Bali |Nusantara Jaya News — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal (Kanwil Dirjen) Imigrasi Bali berkomitmen akan terus memberikan pelayanan terbaik bagi Warga Negara Asing (WNA) yang terdampak konflik Timur Tengah.
Kepala Kanwil Dirjen Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna, menyampaikan bahwa sampai senin (30/3) jumlah penumpang yang tertunda keberangkatannya akibat konflik Timur Tengah tercatat 12.278 orang, penerbitan Ijin Tinggal Kunjungan Darurat (ITKD) dari tiga Unit Pelayanan Terpadu (UPT) masing-masing, Imigrasi Ngurah Rai, Imigrasi Denpasar, dan Imigrasi Singaraja tercatat 682 orang. Sementara untuk pembebasan biaya overstay orang asing yang terdampak dari konflik Timur Tengah ini mencapai 242 orang.
“Sampai kapan akan diberlakukan kebijakan ini, kami belum bisa menjawab, kami berharap secepatnya situasi di Timur Tengah ini kembali membaik. Selama masih dalam kondisi darurat yang masih dalam kondisi konflik seperti ini maka selama dari Dirjen Imigrasi pusat belum mencabut kebijakan, maka kami yang berada di wilayah akan terus memperlakukan ataupun mengimplementasikan kebijakan dari Dirjen pusat. Kami trrus berkoordinasi dengan pusat,”jelas Felusia pada acara Media Gathering di Denpasar, selasa (31/3/2026).
Ia menegaskan bahwa Imigrasi Bali telah memberikan pelayanan yang sangat prima yang dibuktikan dengan adanya Posko di Bandara Ngurah Rai untuk penumpang WNA terdampak yang tertunda keberangkatannya.
Selain itu, Imigrasi Ngurah Rai juga telah menempatkan petugas (Help desk) di dua hotel di wilayah Nusa dua yang ditunjuk oleh maskapai, hal Ini sebagai bentuk komitmen jajaran imigrasi Bali untuk terus memberikan layanan yang terbaik.
Terkait pelayanan ITKD, pihak Imigrasi Bali menegaskan akan memberikan pelayanan cepat dalam waktu hanya sehari jika pengajuan tersebut dibawah jam 12 siang. Ia menghimbau agar WNA yang ingin mengajukan ITKD agar datang langsung ke kantor Imigrasi dengan membawa persyaratan yang telah di tentukan.
“Untuk layanan ITKD apabila diajukan maksimal jam 12 siang maka kami juga akan menyelesaikan pada hari yang sama, Silahkan datang langsung untuk penerapan biaya overstay dengan menampilkan persyaratan administrasi sebagaimana diatur dalam ketentuan, kami berkomitmen bagi orang asing yang terdampak kita berikan layanan satu hari selesai, “ungkapnya.
Ia mengaku alasan menyarankan WNA untuk datang langsung ke kantor Imigrasi, guna menghindari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan serta memanfaatkan Imigrasi Bali.
” Kami mohon bantuan rekan media untuk menyampaikan hal ini, dengan adanya pemberitaan yang masif , mereka secara alami akan terminimalisir, jangan sampai Imigrasi ini selalu dijual. Kami mengalami kasus seperti ini dimana anggota saya tidak melakukan, pihak lain yang melakukan tetapi selalu mengatasnamakan dan memanfaatkan Imigrasi,”tutupnya.
Ia pun kembali menegaskan bahwa petugas Imigrasi sudah siap untuk melayani seluruh informasi yang terdampak konflik timur tengah. (tik)

















