banner 1000x130
Polri  

Kapolda Bali Tekankan Pencegahan Kejahatan sebagai Prioritas, Perkuat Pengamanan Pariwisata Berbasis Kolaborasi

banner 2500x130 banner 1000x130

Denpasar |Nusantara Jaya News – Kepala Kepolisian Daerah Bali, Irjen Pol. Daniel Adityajaya, menegaskan bahwa pendekatan preventif atau pencegahan harus menjadi prioritas utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di wilayah Bali yang dikenal sebagai destinasi pariwisata internasional. Penegasan tersebut disampaika, sebagai bagian dari komitmen Polda Bali dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.

banner 1000x130

Menurut Kapolda, penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan memang merupakan bagian penting dari tugas kepolisian. Namun, ia menekankan bahwa upaya mencegah terjadinya kejahatan justru memiliki nilai yang lebih tinggi.

“Menindak pelaku kejahatan adalah prestasi, tetapi mencegah terjadinya kejahatan adalah kemuliaan. Oleh karena itu, upaya preventif harus menjadi orientasi utama kita bersama,” ujar Irjen Daniel. (7/4)

Dalam rangka mengimplementasikan strategi tersebut, Polda Bali telah menyiapkan sejumlah langkah konkret dan terukur. Salah satunya adalah penguatan patroli terpadu di berbagai kawasan strategis, termasuk destinasi wisata unggulan dan objek vital yang menjadi pusat aktivitas masyarakat maupun wisatawan.

Selain itu, kehadiran personel kepolisian juga ditingkatkan melalui optimalisasi peran polisi pariwisata serta bhabinkamtibmas di tingkat desa dan kelurahan. Kehadiran aparat di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus menjadi ujung tombak dalam mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini.

Tak hanya mengandalkan kekuatan internal, Polda Bali juga memperkuat sistem deteksi dini berbasis kolaborasi. Sinergi dilakukan bersama pecalang, desa adat, serta berbagai komunitas lokal yang memiliki peran penting dalam menjaga harmoni sosial di Bali. Pendekatan berbasis kearifan lokal ini dinilai efektif dalam menciptakan sistem keamanan yang menyeluruh dan berkelanjutan.

Di sektor lalu lintas, pengawasan terhadap mobilitas wisatawan juga diperketat. Polda Bali melakukan rekayasa arus lalu lintas di titik-titik rawan kemacetan serta mengintensifkan edukasi keselamatan berkendara bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Langkah ini diiringi dengan sosialisasi aturan hukum serta norma budaya Bali guna meningkatkan kesadaran dan kepatuhan wisatawan.

Guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan, khususnya yang melibatkan warga negara asing (WNA), Polda Bali secara rutin menggelar operasi yustisi dan kegiatan cipta kondisi. Operasi ini difokuskan pada penertiban administrasi serta pencegahan pelanggaran hukum yang dapat merusak citra Bali sebagai destinasi wisata dunia.

Lebih lanjut, Polda Bali juga mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital melalui platform Cakrawasi. Sistem ini merupakan inovasi pengawasan terpadu yang memungkinkan pendataan dan pemantauan orang asing secara real time. Dengan teknologi tersebut, aparat dapat lebih cepat mendeteksi potensi ancaman, termasuk kemungkinan keberadaan pelaku kejahatan lintas negara.

Kapolda Bali menegaskan bahwa keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab institusi Polri semata, melainkan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

“Keamanan Bali bukan hanya tanggung jawab Polri, melainkan tugas kita bersama. Tanpa stabilitas keamanan, tidak akan ada pariwisata dan tanpa pariwisata, tidak akan ada stabilitas ekonomi,” tegasnya.

Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Polda Bali berharap mampu menjaga kondusivitas wilayah sekaligus memperkuat kepercayaan dunia internasional terhadap Bali sebagai destinasi wisata yang aman, nyaman, dan berbudaya. (Red)

banner 2500x130 banner 2500x130 banner 2500x130
banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130