banner 1000x130

Pemprov Jatim Mulai Pemulihan Gedung Negara Grahadi Sisi Barat Pasca Kebakaran Akibat Bom Molotov

banner 2500x130 banner 1000x130

Surabaya |Nusantara Jaya News — Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai melakukan proses pemulihan bangunan sisi barat Gedung Negara Grahadi yang mengalami kerusakan akibat kebakaran dalam peristiwa demonstrasi berujung kerusuhan pada akhir Agustus 2025 lalu. Pemulihan bangunan bersejarah tersebut dilakukan dengan tetap menjaga keaslian bangunan karena statusnya sebagai cagar budaya yang wajib dilestarikan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa proses pemulihan bangunan Grahadi dilakukan dengan prinsip mempertahankan bentuk dan karakter bangunan aslinya. Hal ini dilakukan melalui koordinasi dengan Tim Cagar Budaya Pemerintah Kota Surabaya agar proses pemulihan tidak menghilangkan nilai historis bangunan yang telah berdiri sejak tahun 1810 tersebut.

banner 1000x130

Proses pembangunan sisi barat Gedung Negara Grahadi dijadwalkan berlangsung selama 210 hari kalender, terhitung mulai 30 Maret hingga 25 Oktober 2026. Total nilai kontrak pekerjaan pemulihan bangunan tersebut mencapai Rp12.763.527.600 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Timur.

Khofifah menjelaskan bahwa pemulihan bangunan dilakukan dengan memaksimalkan keserupaan dengan bangunan asli, meskipun tidak dapat dibuat persis sama seperti sebelumnya. Upaya ini dilakukan melalui identifikasi material bangunan lama seperti batu bata, genteng, serta material lainnya dari bangunan yang terbakar.

Proses identifikasi material tersebut dilakukan secara detail dan diawasi langsung oleh tim cagar budaya serta berbagai pihak terkait. Hal ini karena konstruksi bangunan lama Grahadi memiliki teknik pembangunan yang berbeda dengan bangunan modern saat ini.

Dalam proses pemulihan, bangunan akan dibangun menggunakan mortar khusus berbahan dasar campuran kapur dan mineral lainnya, menggantikan semen modern. Selain itu, beberapa bagian bangunan lama yang masih ada atau existing seperti kusen pintu dan jendela tidak akan dirombak demi menjaga keaslian bangunan.

Selain pemulihan struktur dinding dan bangunan utama, proses pemulihan juga mencakup penguatan struktur atap dengan penambahan ring balok untuk meningkatkan kekuatan hubungan antara atap dan dinding. Sementara itu, lantai bangunan akan menggunakan material marmer yang disesuaikan dengan bangunan utama Grahadi.

Sebagai langkah mitigasi risiko kebakaran di masa depan, bangunan juga akan dilengkapi dengan sistem proteksi kebakaran modern tanpa mengurangi nilai historis bangunan.
Menariknya, dalam proses pemulihan ini juga akan dilakukan ekskavasi untuk menampilkan elevasi lantai asli Gedung Negara Grahadi.

Lantai asli tersebut diketahui mengalami peningkatan ketinggian sekitar 50 cm sejak awal pembangunan. Nantinya lantai asli tersebut akan ditampilkan menggunakan lantai kaca sebagai media edukasi sejarah dan teknologi konstruksi masa lalu.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa pemulihan ini hanya dilakukan pada bangunan sayap barat yang terdampak kebakaran, bukan keseluruhan kompleks Gedung Negara Grahadi. Pemulihan ini merupakan bagian dari upaya pelestarian bangunan bersejarah sekaligus menjaga warisan budaya di Jawa Timur.

Dengan dimulainya proses pemulihan ini, diharapkan Gedung Negara Grahadi sebagai salah satu bangunan bersejarah di Surabaya dapat kembali berfungsi seperti semula tanpa kehilangan nilai historis dan arsitektur aslinya. (Red)

banner 2500x130 banner 2500x130 banner 2500x130
banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130