banner 1000x130
Berita  

Pemred TRIBRATA TV Kena Tipu Travel Umroh Abal-abal, Izin Alsaf Tour Telah Dinonaktifkan dan Dibekukan Kemenag

banner 2500x130 banner 1000x130

MEDAN |Nusantara Jaya News — Salah seorang korban penipuan Travel Umroh Alsaf Tour, Edrin Adriansyah Nasution mendesak kepolisian segera menuntaskan sejumlah laporan yang disampaikan para korban.

“Tercatat laporan-laporan para korban itu ada di Polda Sumatera Utara, Polrestabes Medan dan Polsek Medan Area dengan jumlah kerugian miliaran rupiah,” kata Edrin yang juga Pemimpin Redaksi TRIBRATA TV ini, Senin (06/04).

banner 1000x130

Laporan di Polda Sumatera Utara, ada 64 calon jemaah umroh yang menjadi korban Alsaf Tour atau PT Safira Makkah Madinah Wisata. Kantor perusahaan ini awalnya beralamat di Jalan Dusun Jogja, Desa Sidodadi Ramunia Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, yang ternyata telah tutup.

Lalu kantor travel ini diketahui telah beberapa kali pindah alamat, mulai dari Beringin, Lubuk Pakam, Medan Denai, Jalan Brigjen Katamso Medan hingga saat ini beralamat di Jalan Harapan Pasti Medan.

Dalam laporan di Polda Sumut, para korban mengalami kerugian hingga Rp1,4 miliar.

Bahkan akibat banyaknya korban penipuan Alsaf Tour, sejumlah pengacara membuka posko pengaduan.

“Terkait (penipuan) ini kami dari Law Firm Pelita Konstitusi membuka posko pengaduan mulai hari ini agar dapat menghimpun para korban yang tersebar baik itu di Pulau Sumatera dan Jawa,” kata Dongan N Siagian, SH didampingi Haris Dermawan, SH, MH, Bayu Subronto, SH dan Satria Adiguna, SH pada 9 Oktober 2025 lalu.

Di posko ini tercatat telah menampung 19 korban. Mereka juga telah mendesak aparat kepolisian bertindak cepat agar tidak lagi muncul korban-korban baru.

“Kita juga sudah membuat laporan resmi ke Polrestabes Medan dan memblokir izin Travel Umroh Alsaf Tour ke Kanwil Kementerian Agama Sumatera Utara. Namun hingga saat ini Travel Umroh Alsaf Tour masih melakukan aktifitas promosi dengan menawarkan perjalanan paket umroh sampai saat ini. Kami menduga ada oknum-oknum di Kanwil Kemenag Sumatera Utara yang membekingi Travel nakal ini,” ungkap Dongan saat itu.

Sementara seorang sumber di Kantor Kementrian Agama Sumatera Utara yang yang dikonfirmasi pada Selasa (31/03) lalu mengakui kalau sampai saat ini izin PT Safira Makkah Madinah Wisata dinonaktifkan dan diblokir. Alasannya karena banyaknya korban travel ini.

“Sejak tahun 2025 buka tutup pak (permasalahan diselesaikan dan mengulah lagi sempat beberapa kali sampai akhir 2025 hingga hari ini belum bisa menyelesaikan masalahnya kami sudah memanggil dan menjatuhkan sangsi status PPIU tidak aktif dan diblokir dan sudah di laporkan korban jemaah kepolisian,” jawab sumber melalui pesan WA.

Diketahui pemilik perusahaan PT Safira Makkah Madinah Wisata adalah Andi Suwardani Harahap, yang sempat dikenal sebagai salah satu caleg PPP di Padang Lawas Utara (Paluta). Ia bahkan sempat mengajukan diri menjadi Ketua PPP Paluta.

Ia juga sempat menjadi Ketua Al Washliyah Kabupaten Paluta periode 2021-2026. Namun di tahun 2023, ia diberhentikan menyusul banyaknya pengaduan penipuan dari warga Al Washliyah.

“Banyak disini korbannya bang, mulai dari Paluta hingga Madina, mereka juga dijanjikan berangkat umroh namun tak pernah jadi,” kata seorang sumber yang pernah dekat dengan Andi.

Ia bahkan mengaku tidak mengetahui keberadaan Andi dan keluarga saat ini. “Sudah 3 tahun gak pernah nampak disini (Paluta),” katanya lagi.

Bahkan adik Andi yang pernah mencalonkan diri menjadi kepala desa juga dikabarkan menghilang. Ia mendengar desas desus kabarnya Andi telah tinggal di Kairo, Mesir. “Begitu kabar beredar disini bang”, tegasnya.

Dengan begitu banyaknya korban penipuan Alsaf Tour ini, Edrin mendesak Kementrian Agama Sumatera Utara untuk proaktif bekerjasama dengan pihak kepolisian mengejar pertanggungjawaban pemilik PT Safira Makkah Madinah Wisata.

“Dugaan saya korbannya sudah mencapai ribuan orang, banyak yang tidak melapor ke polisi karena tinggalnya jauh di kampung-kampung Paluta, Palas, Tapsel, dan Madina bahkan dari Riau,” kata Edrin.

Karena itu Kemenag Sumut tidak boleh lepas tangan dan harus juga mendorong kepolisian menyelesaikan masalah ummat ini. Dugaan adanya ‘main mata’ antara oknum Kemenag Sumut dengan pihak travel diduga menyebabkan perusahaan ini tetap bisa berpromosi di media sosial.

“Hingga saat ini mereka masih promosi di Instagram dan tiktok mencari calon-calon jemaah baru,” ujarnya lagi.

Edrin juga meminta Polda Sumatera Utara segera memblokir rekening PT Safira Makkah Madinah Wisata, agar tidak ada korban baru.

“Dengan banyaknya korban dan laporan yang masuk ke polisi, harusnya Polda Sumut bisa bergerak cepat karena ini akan menjadi prestasi bagi jajaran kepolisian. Ribuan orang akan mengapresiasinya,” tutup Edrin. (AH)

banner 2500x130 banner 2500x130 banner 2500x130
banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130