Nusadua | Nusantarajayanews.id – Untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang aman, nyaman, dan berkelanjutan di Bali serta
menggali berbagai solusi atas tantangan yang dihadapi sektor pariwisata Bali, dengan fokus pada keamanan, pengembangan ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan. Baharkam Polri menggelar Forum Group Discussion (FGD) yang membahas soal keamanan dan peningkatan kemampuan pengamanan pariwisata di pulau Bali
Acara digelar, kamis (21/11/2024) di Westin Hotel yang dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Kabaharkam Polri Komjen. Pol. Dr. H. Mohammad Fadil Imran, M.Si., Kapolda Bali Irjen. Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.IK., M.Si., Pj Gubernur Bali Irjen. Pol. (Purn.) Drs. Sang Made Mahendra Jaya, M.H. serta Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Ni Luh Enik Ermawati.
Dalam sambutannya, Kabaharkam Polri Pol. Dr. H. Mohammad Fadil Imran, M.Si., menekankan pentingnya sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi wisatawan.
“Saya ingin Polri lebih banyak berperan agar destinasi wisata ini betul betul nyaman aman untuk di kunjungi. Rasa aman itu bukan mennjadi korban tindak pidana tapi membeli barang yang tidak berkwalitas dan mendapatkan layanan yang tidak baik,” Kata Fadil Imran.
Ia menegaskan jika ingin melompat lebih jauh seperti negara lain seperti Thailand, Brazil, Filipina dan ingin menjadikan Bali sebagai pilot project , Seharusnya Menteri Pariwisata dan Polri bisa lebih sering duduk bersama untuk berdiskusi.
Sementara Direktur Pamobvit Korps Sabhara Baharkam Polri Brigadir Jenderal Suhendri, yang juga hadir mengatakan, Banyak nya kejadian yang melibatkan turis di Bali mulai dari pelanggaran ringan, pelanggaran lalu lintas dan pelanggaran tindak kriminal sehingga perlu adanya langkah strategis penanganan wisatawan asing untuk langkah berikutnya.
“Kita melihat banyak terjadi kecelakaan wisatawan di tempat wisata itu yang menjadi latar belakang sehingga kita melihat bahwasannya ini tidak bisa hanya diatasi oleh polri tapi harus melibatkan stakeholder terkait dsri pariwisata, imigrasi, PHRI, inilah kita adakan FGD untuk hari ini, ” Katanya
Pj Gubernur Bali juga menyampaikan kebijakan dan langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah daerah dalam mendukung pemulihan sektor pariwisata yang berkelanjutan, termasuk pengembangan destinasi wisata yang ramah lingkungan dan berbasis budaya.
Sementara itu, Kapolda Bali Irjen. Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.IK., M.Si., mengungkapkan komitmennya untuk menjaga ketertiban di destinasi wisata serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor keamanan pariwisata.
Melalui diskusi yang produktif ini, diharapkan dapat terjalin kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah pusat, daerah, dan pihak kepolisian untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang aman, nyaman, dan berkelanjutan di Bali.(tik)
















