banner 1000x130

Salah Sasaran, Santri di Pasuruan Jadi Korban Penculikan Terkait Jual Beli Narkoba

banner 2500x130 banner 1000x130

Pasuruan |Nusantara Jaya News – Polda Jawa Timur mengungkap fakta mengejutkan di balik kasus penculikan terhadap seorang santri Pondok Pesantren Metal, Dusun Gepuk, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan. Korban berinisial MS (17 tahun) ternyata menjadi korban salah sasaran dalam sebuah rencana penculikan yang didalangi oleh komplotan pelaku terkait jaringan peredaran narkoba.

banner 1000x130

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jatim, Kombes Pol Farman, menyatakan bahwa para pelaku penculikan mengaku keliru saat menargetkan korban. Mereka mengira MS adalah seseorang berinisial R yang terlibat dalam transaksi narkotika jenis sabu-sabu.

“(MS) Ini korban salah sasaran,” ujar Farman dalam keterangannya kepada media, Rabu (23/4/2025).

Lebih lanjut, Kasubdit Jatanras Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur menjelaskan bahwa komplotan tersebut seharusnya menculik R, yang diduga telah menerima kiriman sabu-sabu atas pesanan dari seorang pria berinisial P. Namun, karena paket itu tidak kunjung diserahkan oleh R kepada P, P kemudian menyuruh keempat pelaku untuk menculik R guna memberi pelajaran.

“Paket sabu-sabu tersebut tidak diberikan (oleh R) kepada P,” terang Jumhur.

Namun dalam aksinya, komplotan itu justru menculik MS yang tidak tahu-menahu soal urusan narkoba tersebut. Kesalahan identifikasi ini mengakibatkan santri tak bersalah itu menjadi korban dalam peristiwa kriminal yang sempat menghebohkan warga Pasuruan.

Peristiwa penculikan terjadi pada Senin malam (21/4/2025), ketika MS sedang membeli barang di sebuah toko di Jalan Raya Pantura, Rejoso. Tanpa disangka, sekelompok pria langsung datang dan menyeret MS masuk ke dalam mobil, lalu membawanya kabur.

Aksi tersebut sempat terekam kamera CCTV toko dan videonya menyebar di media sosial, memicu reaksi publik yang meminta pihak kepolisian segera bertindak. Tim gabungan dari Polres Pasuruan dan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim langsung bergerak cepat. Berdasarkan identifikasi dari rekaman CCTV, para pelaku berhasil diketahui identitasnya dan langsung diburu.

Keesokan harinya, pada Selasa (22/4/2025), upaya penyelamatan korban pun membuahkan hasil. Petugas menghadang mobil pelaku di Tol Kebomas, Gresik dan berhasil menyelamatkan korban serta menangkap empat dari lima pelaku. Satu orang pelaku lainnya hingga kini masih buron dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Tim Subdit Jatanras Polda Jatim mem-backup penangkapan para pelaku penculikan ini,” tambah Kombes Farman.

Kini, keempat pelaku yang telah ditangkap tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolda Jatim. Sementara itu, polisi terus melakukan pengejaran terhadap pelaku kelima dan mengembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan narkoba yang diduga melatarbelakangi aksi penculikan tersebut.

Kasus ini menjadi pengingat serius bahwa peredaran narkoba tidak hanya berbahaya bagi pelakunya, tetapi juga berpotensi mengorbankan orang-orang yang sama sekali tidak bersalah. (Red)

banner 2500x130 banner 2500x130 banner 2500x130
banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130