banner 1000x130 **************************************** banner 1000x130

Wamen BUMN Tinjau PMO Kopi & Kakao Nusantara Perhutani di Bondowoso, Dukung Pembangunan dari Desa Sesuai Asta Cita Presiden Prabowo

banner 2500x130 banner 2500x130 banner 1000x130

Bondowoso |Nusantara Jaya News – Sejalan dengan Asta Cita keenam Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yaitu “Membangun dari Desa dan dari Bawah” yang menitikberatkan pada pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan, Perum Perhutani terus menggulirkan inisiatif strategis di wilayah-wilayah pedesaan. Salah satunya melalui Project Management Office (PMO) Kopi & Kakao Nusantara, yang aktif mengembangkan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) berbasis kemitraan dan keberlanjutan.(3/6)

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kartika Wirjoatmodjo, melakukan kunjungan kerja langsung ke Petak 83F, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Blawan, BKPH Sukosari, KPH Bondowoso, Jawa Timur, guna meninjau progres program kemitraan kehutanan Perhutani yang telah berjalan sejak tahun 2019. Beliau didampingi oleh Plt. Direktur Utama Perhutani, Natalas Anis Harjanto, dan sejumlah pejabat tinggi lainnya dari Kementerian BUMN dan PTPN III serta IV.

banner 300x250

Dalam kunjungan tersebut, Wamen BUMN meninjau langsung kebun kopi milik masyarakat desa hutan dan melihat proses produksi HHBK yang dikelola oleh 40 petani lokal dalam sistem kemitraan. Program ini telah mengelola lahan seluas 18,06 hektare, dengan 14,06 hektare di antaranya telah ditanami berbagai jenis kopi sejak 2019.

> “Kami sangat mengapresiasi langkah Perhutani melalui model kemitraan seperti di KPH Bondowoso ini. Ini membuktikan bahwa BUMN bisa hadir nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat ekonomi lokal, dan menjaga kelestarian lingkungan. Ini adalah bentuk konkret sinergi BUMN untuk Indonesia,” ungkap Kartika Wirjoatmodjo dalam sambutannya.

 

Model kemitraan ini turut mengimplementasikan integrasi antara program Kemitraan Kehutanan Perhutani (KKP) dan Kelompok Kemitraan Kehutanan Perhutani Produktif (KKPP), sebagai upaya memperkuat ekosistem usaha rakyat di kawasan hutan serta mendorong produktivitas pertanian secara menyeluruh. Dukungan digitalisasi melalui aplikasi Socioforest memungkinkan transaksi dan pendanaan berjalan transparan dan efisien.

Plt. Direktur Utama Perum Perhutani, Natalas Anis Harjanto, menegaskan bahwa komitmen Perhutani dalam mendukung pembangunan dari desa akan terus diperkuat melalui program-program agroforestri berkelanjutan.

> “Melalui PMO Kopi & Kakao Nusantara ini, kami ingin mengoptimalkan nilai tambah untuk masyarakat dan UMKM lokal. Dengan menggandeng Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), kami tidak hanya meningkatkan produksi dan kualitas kopi, tetapi juga memastikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.

 

Wamen BUMN dan rombongan juga menyempatkan diri untuk melihat berbagai produk kopi unggulan hasil binaan Perhutani yang berasal dari LMDH di KPH Bondowoso. Produk-produk tersebut menunjukkan peningkatan kualitas dan branding, yang membuka peluang pasar lebih luas baik nasional maupun ekspor.

Turut hadir dalam kunjungan ini antara lain:

Faturrohman, Asisten Deputi Bidang Industri Pangan dan Pupuk Kementerian BUMN

Sandy Mukhlisin, Direktur Keuangan Perhutani

M. Abdul Ghani, Direktur Utama PTPN III

Jatmiko K. Santosa, Direktur Utama PTPN IV

Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam penguatan sinergi antar-BUMN dan pengelolaan sumber daya hutan secara inklusif, berkelanjutan, serta membawa manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar hutan. Model kemitraan seperti ini diharapkan dapat direplikasi di daerah lain untuk mempercepat pembangunan desa dan mendukung agenda nasional pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat. (Red)

banner 1000x130
https://nusantarajayanews.id/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250528-WA0005-e1748427094351.jpg
banner 1000x130 banner 2500x130