banner 1000x130 **************************************** banner 1000x130
Polri  

Kadiv Propam Polri Tahan 7 Anggota Brimob Usai Rantis Lindas Driver Ojol di Pejompongan, Satu Tewas Satu Luka Berat

banner 2500x130 banner 2500x130 banner 1000x130

Jakarta |Nusantara Jaya News — Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri, Irjen Pol Abdul Karim, menyampaikan bahwa tujuh anggota Korps Brimob telah diamankan terkait insiden maut yang menewaskan seorang pengemudi ojek online (ojol) di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) malam.

Ketujuh anggota Brimob yang kini ditahan di Mako Satbrimob Polda Metro Jaya, Kwitang, Jakarta Pusat, masing-masing adalah Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M, Bharaka Y, dan Bharaka J. Menurut Abdul Karim, mereka tengah menjalani pemeriksaan intensif untuk mengetahui peran masing-masing dalam insiden yang menewaskan korban berinisial AK.

banner 300x250

“Tujuh pelaku, pertama berpangkat Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M, Bharaka Y, dan Bharaka J. Masih kami dalami siapa yang setir, siapa yang bertugas apa. Yang jelas tujuh ini ada di satu kendaraan. Kami dalami perannya masih dalam rangka pemeriksaan. Akan kami update,” ujar Abdul Karim dalam konferensi pers di RSCM, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025) dini hari.

Insiden bermula saat aparat kepolisian berupaya membubarkan massa demonstran yang bergerak dari depan Gedung DPR RI menuju wilayah Pejompongan. Sebuah kendaraan taktis (rantis) milik Korps Brimob melaju kencang dan melindas seorang driver ojol yang mengenakan jaket hijau. Korban Affan Kurniawan dinyatakan meninggal dunia di tempat, sementara seorang lainnya berinisial Moh.Umar Amarudin mengalami luka berat dan kini menjalani perawatan intensif di RS Pelni, Petamburan, Jakarta Pusat.

Peristiwa itu terekam video amatir warga dan viral di media sosial. Tayangan rantis yang melindas pengemudi ojol tersebut langsung memicu kemarahan publik, khususnya komunitas ojek online. Sejumlah kelompok driver ojol kemudian mendatangi Mako Satbrimob Polda Metro Jaya di Kwitang, menuntut pertanggungjawaban atas insiden tragis tersebut.

Kadiv Propam Polri menegaskan bahwa proses pemeriksaan terhadap ketujuh anggota Brimob dilakukan secara transparan dan akan melibatkan pihak eksternal agar hasilnya kredibel. “Kami jamin proses penyelidikan berjalan transparan. Kami libatkan pihak eksternal agar publik percaya pada hasil pemeriksaan ini,” tegas Abdul Karim.

Hingga saat ini, suasana di sekitar Mako Satbrimob masih mendapat pengawasan ketat aparat keamanan. Polisi juga mengimbau masyarakat, khususnya kelompok pengemudi ojol, untuk menahan diri dan mempercayakan proses hukum kepada pihak berwenang. (Red)

banner 1000x130
https://nusantarajayanews.id/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250528-WA0005-e1748427094351.jpg
banner 1000x130 banner 2500x130