banner 1000x130 **************************************** banner 1000x130

Mahasiswa Surabaya Geruduk Polrestabes, Tuntut Reformasi Total Polri dan Usut Tragedi Kekerasan

banner 2500x130 banner 2500x130 banner 1000x130

Surabaya |Nusantara Jaya News – Suasana di depan Polrestabes Surabaya pada Sabtu (30/8/2025) siang memanas ketika ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran. Sebelumnya, massa aksi telah melakukan demonstrasi di depan Markas Polda Jawa Timur dengan membawa berbagai tuntutan terkait reformasi kepolisian dan penghentian tindakan represif aparat terhadap masyarakat.

Dalam aksinya, mahasiswa membentangkan spanduk berisi seruan kemarahan, mulai dari tulisan “Polisi Pembunuh Rakyat”, “Bebaskan Kawan Kami”, hingga “All Cops Are Bastard (ACAB)”. Tidak hanya itu, pagar Polda Jatim juga dipenuhi coretan menggunakan pilok bertuliskan “Pembunuh” dan “1312” sebagai simbol kekecewaan terhadap aparat penegak hukum.

banner 300x250

Para mahasiswa yang tergabung dalam aksi bertajuk Reformasi Polri ini berasal dari berbagai kampus ternama di Surabaya, di antaranya Universitas Negeri Surabaya (Unesa), UIN Sunan Ampel (UINSA), UPN Veteran Jawa Timur, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag), hingga Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS). Mereka juga membawa bendera masing-masing kampus sebagai bentuk solidaritas dan persatuan.

Koordinator aksi menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar reaksi emosional, melainkan desakan serius agar Polri melakukan reformasi menyeluruh. “Kami tidak bisa lagi diam ketika aparat yang seharusnya melindungi rakyat justru bertindak represif dan menimbulkan korban jiwa,” teriak salah satu orator melalui pengeras suara di depan Polrestabes Surabaya.

Adapun sejumlah tuntutan mahasiswa dalam aksi tersebut, di antaranya:

1. Mendesak aparat penegak hukum menghentikan segala bentuk tindakan represif terhadap massa aksi.

2. Mengusut tuntas kasus kekerasan dan korban jiwa dalam aksi demonstrasi, termasuk meninggalnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang menjadi korban dalam peristiwa terbaru.

3. Membebaskan seluruh massa aksi yang masih ditahan aparat kepolisian.

4. Menuntut reformasi total institusi kepolisian.

5. Mendorong proses de-militarisasi Polri agar lebih profesional dan humanis.

6. Menuntut transparansi polisi dalam penanganan perkara pidana.

7. Mengusut tuntas tragedi Kanjuruhan yang hingga kini masih menyisakan luka mendalam bagi masyarakat.

 

Aksi yang berlangsung hingga sore hari ini sempat menimbulkan ketegangan di sekitar Polrestabes Surabaya, namun massa tetap menyampaikan aspirasi dengan tegas dan lantang. Mereka menegaskan bahwa perjuangan tidak akan berhenti sampai seluruh tuntutan mendapat perhatian dan ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.

Bagi mahasiswa, aksi ini merupakan momentum penting untuk kembali menegaskan bahwa suara rakyat tidak bisa dibungkam, dan Polri sebagai institusi penegak hukum harus kembali ke khitahnya, yakni melindungi dan mengayomi masyarakat. (Red)

banner 1000x130
https://nusantarajayanews.id/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250528-WA0005-e1748427094351.jpg
banner 1000x130 banner 2500x130