MEDAN |Nusantara Jaya News — Ketua Pengurus Daerah Al Washliyah Kota Medan, Dr. H. Abdul Hafiz Harahap, S.H., S.Sos., M.Ikom menghadiri Latihan Kader Dasar (LKD) Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Fakultas Ekonomi Universitas Al Washliyah (HIMMAH FE UNIVA) Medan pada Sabtu (17/01) di Aula Kantor PW AW Sumut, Jl. SM. Raja, No. 144 Medan.
Abdul Hafiz Harahap menegaskan mengenai sejarah penting berdirinya Al Washliyah yang diawali dengan dibentuknya “Debating Club” sebagai tempat berkumpul para pelajar Maktab Islamiyah Tapanuli dan Madrasah Al Hasaniyah oleh para pelajar beserta guru saat itu.
“Al Washliyah sesungguhnya hadir untuk menyikapi fenomena apa yang terjadi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang saat itu dijajah oleh bangsa belanda”, ujarnya.
Ia menjelaskan secara spesifik keberadaan tempat berdirinya Al Washliyah berlokasi di Kesawan yang merupakan wilayah kedatukan dan menjadi tempat bermukimnya berbagai etnis suku dan agama, dengan hadirnya Pasar Hindu bahkan Tjong A Fie sebagai bentuk lahirnya Al Washliyah ditengah keberagaman dan toleransi beragama.
Selanjutnya, Doktor Ilmu Komunikasi UINSU Medan itu mengungkapkan bahwa ada tiga amal ittifaq Al Washliyah diawal, diantaranya pendidikan, dakwah dan amal Sosial serta yang memberikan nama Al Jam’iyatul Washliyah “perhimpunan yang menghubungan” yaitu Syaikh Muhammad Yunus”, ucap Doktor Ilmu Komunikasi S3 UINSU Medan itu.
Selain itu, ada juga pendiri organisasi diantaranya Syaikh Abdurrahman Syihab, Syaikh Ismail Banda, Syaikh Arsyad Thalib Lubis, Syaikh Yusuf Ahmad Lubis, Syaikh Adnan Nur Lubis dan lain-lain.
Diakhir materi, Hafiz mengutip kalimat apa yang pernah disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Al Washliyah Pertama, Ismail Banda. “Kader Al Washliyah harus menjadi lentera di tengah kegelapan”, pungkasnya mengakhiri. (AH)















