Semarang |Nusantara Jaya News – Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo, menerima kunjungan silaturahmi Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah yang baru, Brigjen Pol. Toton Rasyid, di Mapolda Jateng pada Rabu (28/1). Pertemuan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat koordinasi dalam memutus rantai peredaran gelap narkotika di wilayah Jawa Tengah.
Audiensi ini sekaligus bertujuan mendukung misi Asta Cita Presiden dalam mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan sehat. Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo menegaskan komitmen penuh jajarannya untuk mendukung langkah BNNP karena menilai kejahatan narkoba sebagai ancaman nyata bagi stabilitas keamanan dan masa depan bangsa.
“Kolaborasi adalah kunci utama. Polda Jawa Tengah siap memberikan dukungan penuh, baik dalam aspek penegakan hukum yang tegas maupun upaya pencegahan dini dan edukasi kepada masyarakat. Kita harus berjalan bersama untuk membangun daya tangkal di masyarakat,” tegas Irjen Pol. Ribut.
Kapolda juga menekankan bahwa sinergi antara BNN dan Polri tidak hanya penting dalam aspek penegakan hukum, tetapi juga dalam pencegahan dini serta edukasi kepada masyarakat agar memiliki daya tangkal terhadap bahaya narkoba.
Senada dengan Kapolda, Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol. Toton Rasyid memaparkan bahwa tren penyalahgunaan narkoba di Jawa Tengah saat ini kian mengkhawatirkan. Ia menekankan bahwa pemberantasan barang haram tersebut mustahil dilakukan tanpa kerja sama antarinstansi yang solid.
“Dibutuhkan kerja bersama yang berkesinambungan dan saling menguatkan. Ego sektoral harus ditinggalkan demi mewujudkan Jawa Tengah Bersinar (Bersih Narkoba),” ujar Toton Rasyid usai.
Langkah strategis yang akan ditempuh kedua instansi ke depan meliputi penguatan pencegahan berbasis keluarga, optimalisasi layanan rehabilitasi, hingga peningkatan sinergi penegakan hukum guna memutus jaringan pengedar yang semakin terorganisasi.
Langkah strategis yang akan ditempuh kedua instansi ke depan meliputi penguatan pencegahan berbasis keluarga, optimalisasi layanan rehabilitasi, hingga peningkatan sinergi penegakan hukum guna memutus jaringan pengedar yang semakin terorganisasi.
Melalui penyatuan visi ini, diharapkan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi ketahanan generasi muda di Jawa Tengah.(Red)















