Jakarta |Nusantara Jaya News – Penyanyi, penulis lagu, sekaligus content creator Mita Palupi resmi merilis single original perdananya berjudul “Damai” pada 27 Januari 2026. Lagu ini menjadi debut resminya sebagai solois dengan menggunakan nama asli, setelah sebelumnya sempat merilis karya original dengan nama Archaic Solace serta dikenal luas melalui berbagai rilisan cover di platform digital.
Dirilis bertepatan dengan hari ulang tahunnya, “Damai” menjadi momen yang sangat personal bagi Mita Palupi. Lagu ini menandai langkah awalnya sebagai solo artist dengan karya original yang merepresentasikan identitas musikal serta sudut pandangnya sebagai penulis lagu.
Mita Palupi dikenal sebagai songwriter yang kerap menulis berdasarkan cerita, curhatan, dan pengalaman emosional orang-orang di sekitarnya—baik sahabat maupun para pengikutnya di media sosial. Pendekatan ini terasa kuat dalam “Damai”, yang mengangkat kisah seseorang yang terlihat baik-baik saja di luar, namun menyimpan luka dan pergulatan batin yang tidak selalu tampak.
Melalui lirik seperti “Aku lihat ada yang berbeda darimu” hingga “Kita cuma bisa saling menguatkan”, lagu ini berbicara tentang empati, memahami tanpa menghakimi, serta kesadaran bahwa setiap orang memiliki proses dan rasa sakitnya masing-masing. “Damai” tidak menawarkan jawaban instan, melainkan menghadirkan ruang aman untuk saling menguatkan.
Secara musikal, “Damai” bergerak di ranah pop dan akustik pop, dibalut nuansa alternatif dengan sentuhan elektronik yang sangat subtil. Karakter gitar Telecaster menjadi elemen penting dalam membangun atmosfer lagu ini. “Damai” diproduseri oleh Candra Kim, vokalis sekaligus gitaris Peraukertas, yang dikenal dengan pendekatan produksi yang jujur dan berkarakter.
Sebelum merilis karya solo ini, Mita Palupi telah lebih dulu terlibat dalam sejumlah kolaborasi, di antaranya bersama Edo Widiz lewat lagu “Pelangi” serta bersama Candra Kim dalam lagu “Tolong”. Di luar karya rekamannya, ia juga aktif sebagai content creator musik dan lifestyle, dengan berbagai konten cover serta kolaborasi kreatif bersama musisi lain. Aktivitasnya di media sosial bahkan sempat menarik perhatian band legendaris Edane, yang berujung pada kolaborasi konten bersama.
Meski aktivitas konten di media sosial terus berjalan, Mita Palupi tidak ingin sisi penulis lagunya menghilang. Karena itu, perilisan “Damai” menjadi upaya untuk menyeimbangkan perannya sebagai content creator dengan identitasnya sebagai musisi dan songwriter. Lagu ini menjadi ruang ekspresi personal di luar format cover, sekaligus langkah awal untuk membangun katalog karya originalnya sendiri.
Single “Damai” dirilis di bawah naungan Sweetspot Station dan FAMES, serta telah tersedia di seluruh platform streaming digital. Music video resmi “Damai” juga telah dirilis dan dapat disaksikan melalui kanal YouTube Mita Palupi.
Ke depannya, Mita Palupi telah menyiapkan rencana perilisan EP perdana atau album debut dalam tahun ini. “Damai” dihadirkan sebagai pemantik semangat untuk terus menulis dan merilis materi-materi original berikutnya, sebagai bentuk ekspresi utuh dari perjalanan bermusiknya.
(Ysf)















