Sidoarjo |Nusantara Jaya News — Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo menggelar Gebyar Literasi Anak dalam rangka menyemarakkan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) ke-167 tahun 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin (2/2/2026) di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo dan diikuti oleh siswa KB, TK Citra Tunas Bangsa, serta SD Negeri Pucang 3 Sidoarjo dengan penuh keceriaan dan antusiasme.
Gebyar Literasi Anak menjadi salah satu rangkaian kegiatan edukatif yang bertujuan menumbuhkan minat baca, kreativitas, serta kecintaan anak-anak terhadap sejarah dan budaya lokal Sidoarjo. Suasana ceria tampak mewarnai kegiatan tersebut, terutama saat anak-anak mengikuti aktivitas mewarnai yang dikemas secara edukatif dan menyenangkan.
Melalui kegiatan mewarnai, anak-anak tidak hanya diajak untuk mengekspresikan kreativitas dan imajinasi mereka, tetapi juga dikenalkan pada nilai-nilai sejarah serta kearifan lokal Kabupaten Sidoarjo.
Salah satu pesan utama yang disampaikan dalam kegiatan ini adalah budaya menabung, yang ternyata telah mengakar sejak zaman dahulu dan menjadi bagian dari perjalanan sejarah Sidoarjo.
Kepala Bidang Pengolahan, Layanan, dan Pelestarian Bahan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo, Erna Kusumawati, SP., MM., menjelaskan bahwa tradisi menabung telah dikenal masyarakat Sidoarjo sejak masa lampau. Menurutnya, nilai tersebut dapat diteladani dari kisah Jaka Pandelegan, tokoh yang dikenal menabung padi di kawasan Candi Pari, Porong.
“Jika kita menilik sejarah, masyarakat Sidoarjo sejak dulu sudah mengenal budaya menabung. Hal ini tercermin dari kisah Jaka Pandelegan yang menyimpan padi sebagai bentuk persiapan masa depan. Nilai-nilai ini sangat baik untuk diwariskan kembali kepada anak-anak agar sejak usia dini mereka terbiasa menabung,” jelas Erna.
Selain pengenalan nilai sejarah, kegiatan mewarnai juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperkenalkan identitas daerah Sidoarjo. Anak-anak diajak mengenal huruf “S” yang merepresentasikan Sidoarjo, dengan visual utama berupa udang dan bandeng yang merupakan ikon khas daerah.
Erna menambahkan, melalui media gambar dan aktivitas mewarnai, anak-anak TK dikenalkan pada simbol Sidoarjo dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Huruf “S” yang dibentuk dari udang dan bandeng diharapkan dapat lebih mudah dipahami dan diingat oleh anak-anak sebagai bagian dari identitas daerah mereka.
“Kami ingin anak-anak mengenal Sidoarjo sejak dini, tidak hanya namanya, tetapi juga simbol dan kekayaan daerahnya. Dengan cara yang menyenangkan seperti mewarnai, anak-anak akan lebih mudah memahami dan mencintai daerahnya sendiri,” imbuhnya.
Kegiatan Gebyar Literasi Anak ini juga semakin semarak dengan kehadiran Yuk Cilik Sidoarjo, Desmilana Tenri Zhafeera, yang turut mendampingi serta memberi semangat kepada para peserta. Kehadiran figur duta anak tersebut diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga, percaya diri, serta kedekatan anak-anak terhadap budaya dan pariwisata Sidoarjo.
Melalui kegiatan ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo berharap dapat terus berkontribusi dalam membentuk generasi muda yang cerdas, kreatif, berkarakter, serta memiliki kecintaan terhadap literasi dan budaya lokal, sejalan dengan semangat peringatan Harjasda ke-167 Kabupaten Sidoarjo.(Red)















