Tapanuli Utara|Nusantara Jaya News — Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Tapanuli Utara mengkritisi praktik yang terjadi di Perumda Mual Na Tio yang dinilai menimbulkan kegelisahan publik. Bung Gary Siagian, menyampaikan beberapa hal penting yang perlu diperhatikan, termasuk proses pengangkatan Direktur Perumda yang dianggap tidak transparan, dugaan nepotisme dalam penerimaan pegawai baru, dan perubahan struktur organisasi tanpa dasar hukum yang jelas, Kamis (5/2/2026).
GMNI juga menyoroti pemotongan gaji dan penurunan status pegawai lama, pengangkatan tenaga ahli baru tanpa aturan yang jelas, serta pengadaan barang dan jasa tanpa proses tender resmi.
“Kami menuntut adanya audit yang jelas, transparansi, dan perlindungan hak pekerja,” tegas Gary.
Dalam pernyataannya, Gary juga menekankan bahwa GMNI tidak akan diam melihat praktik-praktik yang tidak benar di Perumda Mual Na Tio.
“Kami akan terus mengawal dan mengkritisi setiap kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat,” ujarnya.
GMNI juga meminta kepada pemerintah daerah untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap Perumda Mual Na Tio.
“Kami berharap agar Perumda Mual Na Tio dapat menjalankan operasionalnya dengan lebih transparan dan akuntabel,” tambah Gary.
Dalam kesempatan itu, GMNI juga menyampaikan beberapa tuntutan, yaitu:
– Audit yang jelas dan transparan terhadap keuangan Perumda Mual Na Tio
– Penghentian sementara operasional Perumda Mual Na Tio sampai audit selesai
– Pemeriksaan terhadap pejabat yang terlibat dalam praktik-praktik tidak benar
– Perlindungan hak-hak pekerja yang terdampak
GMNI menekankan bahwa sikap mereka didorong oleh cinta pada kebenaran, tanggung jawab moral, dan kepedulian terhadap rakyat. “Pendidikan bukan hanya untuk pintar, tapi pendidikan di berikan kepada kami supaya menjadi manusia yang bijaksana,” ujarnya.
Mereka berharap agar Perumda Mual Na Tio dapat menjalankan operasionalnya dengan lebih transparan dan akuntabel.
Penulis: Arif















