Badung |Nusantara Jaya News – Kepala Kepolisian Daerah Bali, Daniel Adityajaya, tampil sebagai narasumber utama dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Kodam IX/Udayana Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Balai Budaya Girinata Mandala, Puspem Badung.
Forum strategis ini dihadiri Pangdam IX/Udayana, Irdam IX/Udayana, para Danrem, Dandim, Danramil se-Nusa Tenggara, serta seluruh personel TNI yang terlibat dalam struktur komando wilayah.(18/2)
Dalam paparannya, Kapolda Bali menegaskan bahwa keamanan merupakan public good sekaligus prasyarat utama pembangunan. Menurutnya, tanpa stabilitas keamanan yang kuat dan berkelanjutan, pembangunan tidak akan memiliki fondasi yang kokoh serta berisiko menimbulkan berbagai gangguan sosial, ekonomi, dan politik.
Ia menguraikan posisi strategis Polri dalam pembangunan nasional dan daerah, yakni sebagai penjaga stabilitas keamanan, fasilitator iklim investasi dan pariwisata, serta mitra pemerintah daerah dan masyarakat. Polri, tegasnya, tidak hanya hadir dalam konteks penegakan hukum, tetapi juga berperan aktif memastikan ruang pembangunan tetap aman, kondusif, dan produktif.
Lebih lanjut, Kapolda Bali memaparkan peran konkret Polda Bali dalam mendukung pembangunan daerah. Peran tersebut meliputi pengamanan sektor pariwisata sebagai tulang punggung ekonomi Bali, penegakan hukum yang berkeadilan dan berorientasi pada kepastian hukum, penguatan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) berbasis kearifan lokal, pengawasan terhadap warga negara asing (WNA), serta penanggulangan kejahatan transnasional.
Selain itu, Polda Bali juga berkomitmen mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pendekatan preventif, kolaboratif, dan humanis. Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara keamanan, pertumbuhan ekonomi, serta kelestarian sosial dan budaya Bali.
Kapolda Bali menekankan bahwa konsep Polri Presisi merupakan instrumen strategis pembangunan yang berfungsi sebagai perekat stabilitas sekaligus katalisator kemajuan. Dalam konteks tersebut, sinergi lintas institusi, khususnya antara Polri dan TNI, menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan nasional maupun daerah.
“Polri hadir bukan di luar pembangunan, tetapi berada di jantung pembangunan. Ketika sinergi terbangun kuat, keamanan menjadi energi yang mendorong kemajuan bangsa. Sinergi adalah kunci sukses pembangunan,” tegasnya di hadapan peserta Rapim.
Dalam rangkaian acara tersebut, Pangdam IX/Udayana menyerahkan cinderamata kepada Kapolda Bali sebagai bentuk apresiasi atas kehadiran dan kontribusinya dalam Rapim Kodam IX/Udayana Tahun Anggaran 2026. Momen ini menjadi simbol kuatnya soliditas dan keharmonisan sinergi antara TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan serta mendukung agenda pembangunan nasional.
(Red)
















