banner 1000x130

Ketua GPPRSI Sumatera Utara Jaga Toleransi Umat Beragama di Medan, Hendra Minta Polisi Pastikan Rasa Aman

banner 2500x130

MEDAN |Nusantara Jaya News – Isu kerukunan dan toleransi antarumat beragama di Kota Medan kembali menjadi perhatian. Di tengah keberagaman yang selama ini menjadi kekuatan kota ini, semua pihak diharapkan terus menjaga suasana damai dan saling menghormati. Salah satu hal yang disorot adalah pentingnya perlindungan bagi para pedagang babi agar dapat menjalankan usahanya dengan aman tanpa intimidasi ataupun gangguan dari pihak mana pun.(2/2/26)

Ketua Organisasi Kepemudaan Gerakan Pemuda Perwakilan Rakyat Seluruh Indonesia (GPPRSI) Sumatera Utara, Hendra, menegaskan bahwa negara melalui aparat penegak hukum memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan setiap warga negara mendapatkan perlindungan yang sama di hadapan hukum.

banner 1000x130

Menurutnya, menjaga rasa aman bagi masyarakat bukan hanya soal ketertiban, tetapi juga tentang menghormati hak setiap orang dalam mencari nafkah dan menjalankan usaha tanpa tekanan.

“Kita semua hidup berdampingan dalam keberagaman. Karena itu, tidak boleh ada pihak yang merasa berhak mengintimidasi atau mengganggu usaha orang lain. Setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk bekerja dan mencari penghidupan. Aparat penegak hukum harus bertindak tegas terhadap segala bentuk premanisme, intimidasi, maupun tindakan yang mengarah pada intoleransi,” tegas Hendra.

Ia menilai, tindakan intimidatif yang dilakukan oleh oknum tertentu bukan hanya merugikan pedagang, tetapi juga berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Jika dibiarkan, hal tersebut dapat memicu ketegangan sosial dan merusak keharmonisan antarumat beragama yang selama ini terjaga dengan baik di Kota Medan.

Lebih lanjut, Hendra menekankan bahwa stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Namun, peran aparat kepolisian tetap menjadi kunci dalam memastikan hukum ditegakkan secara adil, profesional, dan tanpa pandang bulu.

Pernyataan tersebut juga sejalan dengan komitmen Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Calvijn Simanjuntak, yang sebelumnya menegaskan bahwa pihak kepolisian siap menjamin keamanan masyarakat serta menindak tegas siapa pun yang mencoba mengganggu stabilitas dan ketenteraman di Kota Medan.

GPPRSI Sumatera Utara berharap aparat kepolisian dapat terus hadir di tengah masyarakat sebagai pelindung dan pengayom, serta mampu menangani setiap persoalan secara objektif dan proporsional. Dengan begitu, situasi keamanan di Kota Medan dapat tetap terjaga dan kondusif.

Di sisi lain, Hendra juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah persatuan. Ia menilai bahwa menjaga keharmonisan bukan hanya tugas pemerintah atau aparat, tetapi tanggung jawab bersama seluruh warga.

Menurutnya, Kota Medan dikenal sebagai kota yang kaya akan keberagaman suku, budaya, dan agama. Nilai toleransi yang sudah terbangun selama ini harus terus dijaga agar kehidupan bermasyarakat tetap damai dan harmonis.

“Medan adalah rumah bersama bagi banyak perbedaan. Justru dari perbedaan itulah kita belajar saling menghormati dan memperkuat persatuan. Mari kita jaga toleransi dan kebersamaan agar kota ini tetap aman, nyaman, dan damai untuk semua,” tutup Hendra. (IHB)

banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130