Bogor |Nusantara Jaya News – Menjelang musim mudik Lebaran 1447 Hijriah, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bogor mulai mematangkan strategi rekayasa arus untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan di kawasan wisata Puncak, Jawa Barat.
Salah satu taktik utama yang disiapkan adalah penerapan sistem satu arah (one way) parsial atau buka tutup sepenggal yang akan difokuskan pada titik-titik krusial kemacetan di sepanjang jalur tersebut.
Kepala Bagian Operasi (KBO) Satlantas Polres Bogor, Iptu Ardian Novianto Azhari, mengungkapkan bahwa pemberlakuan rekayasa ini bersifat situasional dan sangat bergantung pada kondisi riil di lapangan.
Petugas akan terus memantau panjang antrean kendaraan melalui Pos Terpadu Simpang Gadog untuk menentukan langkah selanjutnya. Jika terjadi pelambatan arus dan antrean kendaraan sudah mencapai satu hingga satu setengah kilometer, pihak kepolisian akan segera melaksanakan cara bertindak berupa buka tutup sepenggal.
Berbeda dengan sistem satu arah penuh yang menutup akses sepanjang rute, skema buka tutup sepenggal ini hanya akan dilakukan secara lokal di area yang mengalami penyumbatan arus.
Berdasarkan hasil pemetaan kepolisian, terdapat enam kawasan yang menjadi prioritas pengawasan karena menjadi langganan macet, yakni Pasir Muncang, Simpang Megamendung, Pasar Cisarua, Simpang Lokawiratama, Jatiwangi, serta Gunung Mas.
Durasi penerapan satu arah sepenggal ini direncanakan berlangsung relatif singkat, yakni sekitar 30 menit. Tujuan utamanya adalah untuk mengurai antrean kendaraan agar tidak menumpuk terlalu lama. Setelah arus kembali cair dan beban volume kendaraan berkurang, jalur akan segera dibuka kembali secara normal dua arah.
Meski fokus pada skala parsial, Polres Bogor tetap menyiapkan skenario cadangan jika volume kendaraan meningkat drastis di luar kendali. Apabila lonjakan arus menyentuh titik ekstrem, pihak kepolisian siap memberlakukan sistem satu arah secara penuh (full one way) yang membentang mulai dari Simpang Gadog hingga ke perbatasan wilayah Cianjur.
Namun, jika merujuk pada catatan Operasi Ketupat tahun sebelumnya, kebijakan satu arah penuh jarang dipraktikkan sepanjang bulan suci Ramadan. Rekayasa lalu lintas skala masif semacam ini umumnya baru benar-benar diaktifkan saat arus kendaraan menyentuh titik puncaknya, yang diprediksi akan terjadi pada H-3 hingga H-2 menjelang Hari Raya Idulfitri.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi terkini guna menghindari kepadatan arus saat melakukan perjalanan.
(Thom)
















