banner 1000x130

Pemerintah Pastikan Haji 2026 Tetap Berjalan, Lia Istifhama Apresiasi Kesiapan dan Mitigasi Pemerintah

banner 2500x130 banner 1000x130

Jakarta |Nusantara Jaya News b– Di tengah dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah yang masih menjadi perhatian dunia, pemerintah Indonesia memastikan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 tetap berjalan sesuai jadwal.(28/3)

Kepastian tersebut disampaikan oleh Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf yang menegaskan bahwa persiapan haji telah mencapai hampir 100 persen dan masih berjalan sesuai rencana atau on schedule.

banner 1000x130

Menurutnya, pemerintah terus melakukan koordinasi intensif dengan otoritas Arab Saudi terkait kondisi keamanan dan teknis penyelenggaraan ibadah haji. Hingga saat ini, kondisi di Arab Saudi dinyatakan masih aman dan kondusif untuk pelaksanaan ibadah haji.

Langkah pemerintah tersebut mendapat apresiasi dari Anggota DPD RI, Lia Istifhama. Ia menilai kesiapan pemerintah merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya calon jemaah haji Indonesia.

Menurut Lia, transparansi dan komunikasi yang dibangun oleh Kementerian Haji dan Umrah menjadi faktor penting dalam menjaga ketenangan publik di tengah situasi global yang dinamis. Dengan komunikasi yang terbuka, masyarakat dapat memahami kondisi sebenarnya dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar.

Ia juga menilai kesiapan pemerintah dalam penyelenggaraan haji mencerminkan tata kelola kebijakan publik yang adaptif dan responsif terhadap perkembangan global, khususnya terkait dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Keponakan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa tersebut menegaskan bahwa langkah antisipatif yang disiapkan pemerintah menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga proaktif dalam melindungi warga negara Indonesia yang akan melaksanakan ibadah haji.

Lia mengapresiasi langkah Menteri Haji dan Umrah yang tidak hanya memastikan keberangkatan jemaah, tetapi juga menyiapkan skenario terburuk atau contingency plan jika terjadi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Sementara itu, Mochamad Irfan Yusuf menegaskan bahwa keselamatan ratusan ribu jemaah haji Indonesia menjadi prioritas utama pemerintah, sejalan dengan arahan Presiden. Pemerintah tidak hanya fokus pada kesiapan teknis penyelenggaraan haji, tetapi juga menyiapkan langkah mitigasi serta skenario darurat untuk mengantisipasi kemungkinan situasi yang tidak diinginkan.

Beberapa skenario yang telah disiapkan antara lain penyesuaian jumlah keberangkatan jemaah, perubahan rute penerbangan, hingga langkah mitigasi apabila terjadi kondisi darurat saat jemaah sudah berada di Arab Saudi.

Ia memastikan bahwa hingga saat ini persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026 hampir mencapai 100 persen dan tidak terdapat kendala berarti. Pemerintah optimistis seluruh proses penyelenggaraan haji tahun 2026 dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh jemaah haji Indonesia.

Lia Istifhama pun mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan penyelenggaraan ibadah haji kepada pemerintah, serta berharap seluruh proses ibadah haji tahun ini dapat berjalan dengan lancar dan para jemaah dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan kembali ke tanah air dengan selamat. (Red)

banner 2500x130 banner 2500x130 banner 2500x130
banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130