banner 1000x130
Berita  

Polemik Lahan Tengket Memanas, Warga Siap Polisikan Oknum LSM GR yang Diduga Ngaku Intelijen Jakarta Pusat dan Intimidasi Masyarakat

banner 2500x130 banner 1000x130

Bangkalan  |Nusantara Jaya News – Polemik lahan di Desa Tengket, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, kian memanas. Sejumlah warga menyatakan siap menempuh jalur hukum dengan melaporkan oknum LSM berinisial GR yang diduga mengaku sebagai intelijen dari Jakarta Pusat serta menakut-nakuti masyarakat saat persoalan tanah dibahas di Kantor Perhutani.

 

banner 1000x130

Kasus ini bermula dari pengakuan seorang warga bernama F yang sebelumnya merasa resah setelah dipanggil pihak yang mengatasnamakan LSM melalui jalur Perhutani. Dalam pertemuan itu, F dimintai penjelasan terkait status tanah yang selama ini dipinjamkan kepada saudaranya. Namun suasana disebut berubah ketika muncul sosok lain yang mengaku sebagai intelijen dari Jakarta Pusat.

 

“Saya bingung, ini urusan keluarga dan tanah kok sampai ada yang bawa-bawa nama LSM, bahkan ada yang mengaku dari intelijen Jakarta Pusat,” ujar Fuji.

 

Pengakuan tersebut langsung memicu kemarahan warga. Mereka menilai persoalan agraria seharusnya diselesaikan melalui mekanisme resmi, bukan dengan cara-cara yang diduga menekan mental masyarakat kecil.

 

“Kalau memang punya kewenangan, tunjukkan surat tugas resmi. Jangan datang hanya membawa nama lembaga untuk menakut-nakuti rakyat kecil,” tegas salah satu warga Tengket.

 

Warga juga menyoroti dugaan penggunaan nama institusi negara demi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Jika benar pengakuan tersebut tidak berdasar, masyarakat meminta aparat segera bertindak tegas karena dinilai mencoreng nama lembaga negara dan meresahkan publik.

 

Kini warga bersama tokoh masyarakat tengah menyiapkan laporan resmi ke kepolisian. Mereka mendesak agar dugaan intimidasi, pencatutan nama intelijen, serta tekanan terhadap masyarakat diusut tuntas tanpa pandang bulu.

 

“Jangan sampai desa kami dijadikan tempat pamer kekuasaan palsu. Negara ini punya hukum, bukan panggung ancam-mengancam,” ujar warga lainnya.

 

Masyarakat berharap konflik lahan di Desa Tengket dapat diselesaikan secara terbuka, beradab, dan sesuai hukum. Mereka menegaskan tidak akan tinggal diam apabila ada pihak yang mencoba menekan warga dengan dalih jabatan atau koneksi tertentu.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari oknum berinisial GR maupun pihak terkait atas tudingan warga tersebut.(Red)

banner 2500x130 banner 2500x130 banner 2500x130
banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130