banner 1000x130 **************************************** banner 1000x130 banner 2500x3000

Dari Medan untuk Dunia, Membongkar Penindasan Terhadap Uyghur

banner 2500x130 banner 2500x130 banner 1000x130

Medan | Nusantara Jaya News – Humanity United Project Indonesia (HUPI) berkolaborasi dengan Uighur Humas Rights Project (UHRP) mengadakan kegiatan seminar dan konferensi pers dengan bertajuk Genosida, Diskilriminasi, dan Penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) pada muslim Uyhur di Ruang AW 1 Universitas Al Washliyah, Hari Rabu (17/07/2024).

Acara ini mendatangkan narasumber sesuai pakar ahlinya salah satunya adalah Mr. Omer Kanat selaku Direktur Eksekutif UHRP, Direktur HUPI Hotmartua Simanjuntak S.Hum, dan aktivis HAM Sumut Ahmad Irham Tajhi.

banner 2500x130

Acara Iki bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan solidaritas terhadap situasi yang dihadapi oleh masyarakat Uyghur.

Ahmad Irham Tajhi mengatakan bahwa komitmen untuk memperjuangkan hak asasi manusia dan melawan ketidakadilan.

“Kami sebagai masyarakat sipil berupaya untuk meningkatkan kesadaran. Indonesia dengan politik luar negeri bebas aktif harus bersikap sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan,” kata Irham.

Ahmad Irham Tajhi menambahkan bahwa situasi hak asasi manusia di Xinjiang dapat dikategorikan sebagai genosida.

“Dari pendekatan budaya dan peradaban, sangat disayangkan jika bangsa Uyghur terhapus,” ujarnya.

Sementara itu, Hotmartua Simanjuntak menjelaskan tentang penindasan yang dialami masyarakat Uyghur selama lebih dari 70 tahun.

“Pemerintah Tiongkok diduga kuat menyembunyikan kebenaran dan mempersulit pemantauan internasional,” ungkap dia.

Ia juga menyoroti isu kerja paksa yang menimpa warga Uyghur serta pembatasan kebebasan beragama yang membuat banyak dari mereka ditahan di kamp konsentrasi.

“Warga dipaksa bekerja dan mengikuti kelas pembelajaran Partai Komunis pada malam hari,” tambah dia.

Dalam paparannya, Omer Kanat memberikan pemahaman mendalam mengenai sejarah dan budaya Uyghur, serta menguraikan situasi terkini di wilayah tersebut.

Ia juga menyampaikan hasil penilaian United Nations Human Rights (UNHR) terkait kekhawatiran hak asasi manusia di Xinjiang.

“UHRP menyuarakan keprihatinan serius terhadap situasi di Xinjiang, mendesak tindakan internasional yang lebih tegas,” jelasnya.

Seminar ini dihadiri oleh lebih dari 200 peserta dari kalangan aktivis, pelajar, dan mahasiswa yang turut memberikan perhatian terhadap isu ini.

Ketua Penyelenggara Seminar Sulthonul Hafiz menyatakan bahwa acara ini memberikan kesempatan bagi pemangku kepentingan, aktivis, dan masyarakat internasional untuk mendapatkan pembaruan terkini mengenai isu Uyghur dan bersatu dalam menyuarakan keadilan.

“Kolaborasi UHRP dan HUPI berharap dapat membangun kesadaran dan solidaritas yang berkontribusi pada penyelesaian masalah yang dihadapi masyarakat Uyghur,” pungkasnya.

banner 1000x130
banner 2500x130 banner 1000x130
banner 1000x130 banner 2500x130