Medan |Nusantara Jaya News — Telah terjadi peristiwa pembacokan yang diduga dilakukan oleh sekelompok geng motor terhadap seorang anggota Paguyuban keluarga pedagang bakso nusantara (KPBN), atas nama Arif Nur Hidayat, pada Kamis pagi sekitar pukul 04.00 WIB di kawasan Simpang Gaperta. (16/4)
Berdasarkan kronologi kejadian, korban saat itu tidak sendiri, melainkan berdua dengan rekannya dan hendak pergi ke pajak (pasar) pada waktu subuh. Setibanya sebelum Simpang Gaperta, tiba-tiba muncul segerombolan geng motor yang datang dari arah Helvetia menuju arah Klambir.
Mengetahui situasi yang mencurigakan, korban berusaha menghindar dengan berbelok ke sebuah jalan kecil sebelum door smeer di Simpang Gaperta. Namun, upaya tersebut tidak berhasil karena jalan tersebut dalam kondisi terportal, sehingga korban tidak dapat melanjutkan perjalanan dan terjebak di lokasi.
Dalam kondisi tersebut, para pelaku langsung melakukan penyerangan. Korban atas nama Arif Nur Hidayat mengalami luka bacok pada bagian kaki serta luka tusukan pada kaki sebelah kiri. Sementara itu, rekannya juga menjadi korban kekerasan dengan mengalami hantaman benda tumpul.
Rekan korban yang berhasil menyelamatkan diri kemudian melarikan diri menuju kediaman salah satu anggota Paguyuban keluarga pedagang bakso nusantara korwil medan, yaitu Bapak Mugi Yono, untuk meminta bantuan.
Saat ini, korban Arif Nur Hidayat tengah mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Hermina, Jalan Asrama, Medan.
Pengurus Paguyuban keluarga pedagang bakso nusantara korwil medan turut menyampaikan rasa prihatin dan duka mendalam atas kejadian yang menimpa korban. Diharapkan korban segera diberikan kesembuhan, serta keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini.
Peristiwa ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, khususnya keluarga besar Pedagang bakso korwil medan. Diharapkan pihak berwajib dapat segera mengungkap dan menangkap para pelaku agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di waktu dini hari, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.(Spt)

















