SURABAYA,/ |Nusantara Jaya News — 16 April 2026, Di tengah gempuran tren kuliner modern, Hotel Quds Royal Surabaya secara resmi meluncurkan Festival Pecel Pincuk Suroboyo pada Rabu, 15 April 2026.
Mengusung konsep halal tourism, hotel berbintang 3 yang terletak di jantung kawasan religi Sunan Ampel Surabaya ini mengajak masyarakat untuk bernostalgia dengan cita rasa otentik kuliner khas Jawa Timur melalui sajian pecel yang sarat akan filosofi dan telah terbukti menjadi favorit msyarakat dari segala lapisan.
Para pencinta kuliner tradisional dan wisatawan yang sedang mengeksplorasi keunikan budaya Surabaya Utara dapat menikmati sajian pecel dengan cita rasa khas ini setiap harinya mulai pukul 11.00 hingga pukul 14.00 di Restoran Delima Quds Royal Hotel yang berlokasi di jalan Iskandar Muda nomor 85, Ampel Surabaya.
Salah satu sorotan utama dalam festival ini adalah penggunaan pincuk, yaitu wadah berbentuk segi tiga khas terbuat dari daun pisang segar yang dilipat dengan tusuk lidi sebagai alat saji utama yang estetik. Dalam era modern seperti sekarang ini , penggunaan pincuk mulai langka. Karena, banyak pelaku kuliner beralih ke perangkat yang dinilai lebih modern yang terbuat dari stainless steel, keramik atau bahan-bahan plastik lainnya yang tidak mudah diurai secara alami oleh alam.
“Boleh dibilang, upaya kami ini merupakan sebuah ‘perlawanan’ terhadap arus modernisasi. Kami sengaja kembali ke pincuk daun pisang sebagai wadah alat saji kuiner yang kami sajikan. Selain lebih ramah lingkungan, ada nilai estetika dan aroma alami khas yang tidak bisa digantikan oleh piring keramik, logam atau pun wadah berbahan plastik lainnya. Ini adalah bagian dari upaya kami menjaga marwah kuliner tradisional agar tidak kehilangan identitasnya dan tetap digemari masyarakat,” ujar Pungky Kusuma selaku general manager Hotel Quds Royal Surabaya di hadapan para penikmat pecel yang terdiri dari puluhan wartawan dan mantan jurnalis yang hadir dalam event peluncuran Festival Pecel Pincuk Suroboyo.
Dalam kesempatan tersebut para wartawan dan mantan jurnalis alumni Akademi Wartawan Surabaya (AWS) Stikosa, khususnya yang pernah menimba ilmu di Kampus AWS Kapasari Surabaya terlihat antusias den merasa cocok dengan cita rasa pecel yang disajikan sebagai hidangan makan siang.
Simfoni Rasa dalam Setiap Suapan
Festival Pecel Pincuk Suroboyo yang berlangsung mulai 15 April hingga 30 April 2026 ini menyajikan komposisi pecel lengkap yang menjadi favorit masyarakat, terdiri dari kulupan alami otentik seperti daun pepaya rebus tanpa rasa pahit, kembang turi, taoge, kubis dan dilengkapi dengan kemangi segar dan lamtoro atau petai cina untuk meningkatkan selera makan.
Bumbu sambal pecelnya pun juga sangat khas, karena mempergunakan bahan dasar berupa kacang tanah lokal dengan proses sangrai, bukan digoreng. Dalam Festival Pecel Pincuk Suroboyo ini disajikan tiga macam varian rasa sambal pecel, yaitu manis gurih, pedas sedang dan nampol pol, alias super pedas.
Ketika tersaji dalam sebuah pincuk, siraman sambal kacang dengan resep rahasia yang kaya gizi dan rempah ini langsung menimbulkan selera para penikmatnya. Apalagi, ditambah dengan rempeyek kacang, rempeyek grago dan kerupuk puli atau yang dikenal juga dengan sebutan lempeng.
Event peluncuran Festival Pecel Pincuk Suroboyo siang itu pun bertambah gayeng dan meriah dengan tampilnya Jalu, seorang dalang cilik wayang suket yang piawai dalam mengemas pesan kritik sosial dan orkes keroncong Guyub Rukun yang memainkan berbagai komposisi lagu-lagu nostalgia Indonesia maupun mancanegara.
Reuni Para Mantan Jurnalis Mumpuni AWS Kampus Kapasari Surabaya.
Acara peluncuran Festival Pecel Pincuk Suroboyo ini berlangsung khidmat namun meriah dengan kehadiran lebih dari 50 alumni Akademi Wartawan Surabaya (AWS) yang pernah mengenyam pendidikan ilmu jurnalistik di AWS. Kehadiran para jurnalis senior hasil tempaan “Kampus Candradimuka” AWS Kapasari Surabaya ini menjadi juga menjadi simbol dukungan insan pers terhadap pelestarian aset budaya non-benda berupa kuliner tradisional Indonesia. Dalam kesempatan itu, para mantan wartawan dan jurnalis ini juga meluncurkan sebuah buku berisi antologi puisi dan berbagai cerita romantika ketika berkuliah dan menjalankan tugas jurnalistik berjudul “Kawah Pena Hebat”.
Ikut memberikan sambutan pada siang hari itu Ketua Pelaksana Kris Maryono selaku Ketua Panitia dan Koordinator penerbitan buku Kawah Pena Hebat, Himawan Mashuri selaku Ketua Yayasan Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOSA) Akademi Wartawan Surabaya (AWS) dan Andarini, salah satu mantan dosen AWS yang mengabdikan hampir seluruh hidupnya pada profesi dan pendidikan kewartawanan.
Tentang Hotel Quds Royal Surabaya
Hotel Quds Royal Surabaya merupakan sebuah hotel bintang 3 yang terletak di kawasan wisata religi Sunan Ampel Surabaya. Hotel ini memiliki 57 unit kamar dengan konsep halal tourism yang menjadi pilihan utama bagi pebisnis maupun keluarga yang ingin merasakan pengalaman menginap yang nyaman sembari mengeksplorasi budaya, peradaban dan kawasan heritage di Surabaya Utara.
“Kami selalu menjaga hubungaan baik dengan setiap kalangan dan elemen masyarakat, termasuk dengan kalangan jurnalis dan media yang telah menjadi mitra strategis kami”, pungkas Pungky Kusuma ketika memberikan keterangan kepada awak media yang hadir untuk meliput event Festival Pecel Pincuk Suroboyo dan peluncuran buku Kawah Pena Hebat hasil literasi para wartawan mumpuni alumnus Akademi Wartawan Surabaya, khususnya yang pernah menimba ilmu jurnalistik di kampus Kapasari Surabaya.(Red)

















