Medan |Nusantara Jaya News – Sejumlah pemuda di Sumatera Utara mengecam keras dugaan pembunuhan karakter yang diarahkan kepada Ade Jona, menyusul maraknya isu di media sosial yang menuding adanya keterlibatan dalam penerimaan uang korupsi tanpa disertai bukti yang jelas.
Dalam pernyataan sikapnya, perwakilan pemuda Sumut menilai bahwa tuduhan yang beredar tersebut cenderung liar dan tidak berdasar, serta berpotensi menggiring opini publik secara tidak sehat. Mereka menegaskan bahwa tuduhan serius seperti korupsi seharusnya disampaikan melalui mekanisme hukum yang sah, bukan melalui spekulasi di ruang digital.
“Isu yang berkembang di media sosial harus dapat dipertanggungjawabkan. Jangan sampai ruang publik dipenuhi oleh narasi yang tidak memiliki dasar fakta, karena ini bisa merusak reputasi seseorang secara sepihak,” ujar salah satu perwakilan pemuda Sumut.
Pemuda Sumut juga mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dalam setiap persoalan. Mereka menilai bahwa penyebaran informasi yang belum terverifikasi tidak hanya merugikan individu yang dituduh, tetapi juga menciptakan kegaduhan dan polarisasi di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, mereka mendesak pihak-pihak yang menyebarkan tudingan tersebut untuk segera memberikan klarifikasi disertai bukti konkret. Jika tidak, mereka meminta agar penyebaran isu dihentikan demi menjaga etika dan integritas informasi di ruang publik.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dengan tidak mudah mempercayai ataupun menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap kritis namun objektif. Verifikasi informasi sebelum menyebarkannya adalah langkah penting agar kita tidak terjebak dalam arus disinformasi,” tambahnya.
Di akhir pernyataan, pemuda Sumatera Utara mengajak semua pihak untuk menjaga kondusivitas daerah serta tidak terprovokasi oleh isu-isu yang belum terbukti kebenarannya, demi menjaga persatuan dan stabilitas sosial.
(Red)














