banner 1000x130
PLN  

Wujudkan Bali Bersih, PLN UIP JBTB Sulap Sampah Plastik Jadi Peluang Ekonomi di Desa Nyitdah

banner 2500x130 banner 1000x130

Tabanan, 13 April 2026* – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (UIP JBTB) terus menunjukkan komitmen nyata dalam pelestarian lingkungan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). PLN berhasil menginisiasi transformasi tata kelola sampah di Desa Nyitdah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, melalui bantuan mesin pencacah sampah plastik kepada Bank Sampah Sedap Malam.

Langkah ini merupakan respon PLN terhadap isu lingkungan sampah di Bali sekaligus upaya mendukung gaya hidup berkelanjutan. Bantuan mesin pencacah ini terbukti memberikan dampak signifikan, tidak hanya dalam mengurangi volume sampah plastik yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga dalam menggerakkan roda ekonomi masyarakat setempat.

banner 1000x130

Dukungan Terhadap Program Nasional General Manager PLN UIP JBTB, Hendro Prasetyawan, menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari tanggung jawab korporasi dalam mendukung transisi menuju energi bersih dan lingkungan yang sehat. Menurutnya, isu sampah di Bali adalah prioritas yang memerlukan kolaborasi lintas sektor.

“PLN berkomitmen hadir di tengah masyarakat tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur kelistrikan, tetapi juga melalui solusi lingkungan yang berkelanjutan. Bantuan mesin pencacah ini adalah langkah konkret kami dalam mendukung Circular Economy di Bali. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran proyek-proyek PLN di Bali memberikan manfaat ganda: keandalan listrik terpenuhi, dan lingkungan tetap terjaga keasriannya,” ujar Hendro Prasetyawan.

Ia menambahkan bahwa program ini sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang menjadi pilar utama PLN. “Kami melihat potensi besar di Desa Nyitdah. Dengan teknologi yang tepat, sampah plastik yang tadinya masalah, kini berubah menjadi komoditas ekonomi yang memberdayakan warga.”

Dampak Nyata Ekonomi dan Lapangan Kerja Hadirnya teknologi pencacah sampah ini telah membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar. Hingga saat ini, Bank Sampah Sedap Malam telah memberdayakan 20 orang tenaga pemilah sampah dan didukung oleh kader-kader lingkungan yang tersebar di wilayah tersebut, di mana setiap unit diperkuat oleh 5 orang kader aktif.

Ketua Bank Sampah Sedap Malam, I Ketut Nada, mengungkapkan apresiasinya atas dukungan nyata yang diberikan oleh PLN. Menurutnya, bantuan ini datang di saat yang tepat ketika isu sampah menjadi perhatian serius di tingkat nasional.

“Hadirnya bantuan TJSL PLN ini berperan sangat penting dalam mengatasi isu lingkungan sampah yang sedang marak dan menjadi perhatian nasional. Kami merasakan betul perubahannya, dari yang sebelumnya manual kini bisa lebih cepat dan masif dalam mengurai sampah plastik,” ujar I Ketut Nada.

Ia berharap Bank Sampah ini bisa terus ditingkatkan kapasitasnya. “Harapannya, lokasi ini bisa menjadi percontohan penguraian sampah di Bali. Kami ingin membuktikan bahwa dari Desa Nyitdah, kita bisa memberikan kontribusi nyata untuk Bali yang lebih bersih,” imbuhnya.

Melayani Ratusan Unit Bank Sampah Keberhasilan Bank Sampah Sedap Malam dalam mengolah sampah plastik menjadi cacahan plastik siap jual telah menjadikannya sebagai hub atau pusat layanan bagi lebih dari 108 unit bank sampah di wilayah sekitar. Sinergi ini mempercepat proses penguraian sampah plastik di Kabupaten Tabanan secara masif.

Melalui dukungan ini, PLN berharap rantai ekonomi sirkular di Bali dapat terus tumbuh, memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian alam Pulau Dewata bagi generasi mendatang. (@dex)

banner 2500x130 banner 2500x130 banner 2500x130
banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130