Medan |Nusantara Jaya News — Semangat kepedulian dan solidaritas sosial kembali ditunjukkan oleh peserta Latihan Kader III (LK III) Badko Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumatera Utara. Mengusung jargon “Yakusa untuk Bangsa”, para peserta menggelar aksi berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan di depan Hotel Antares Medan, Jumat (berkah), 17 April 2026.
Aksi ini menjadi bukti bahwa kader HMI tidak hanya berkutat pada diskursus intelektual, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, peserta membagikan paket makanan kepada pengguna jalan, pekerja informal, serta warga sekitar yang melintas di lokasi.
Kepala Suku Forum LK III Badko HMI Sumut, Ridho Alamsyah, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud nyata kepedulian kader terhadap kondisi sosial.
“Kami ingin menunjukkan bahwa HMI tidak hanya bergelut di dunia ide dan gagasan, tetapi juga hadir secara fisik untuk membantu sesama. Jumat Berkah ini menjadi momentum bagi kader untuk mengasah empati dan memperkuat solidaritas sosial di Sumatera Utara,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif kader terhadap realitas sosial. Dengan turun langsung ke lapangan, peserta LK III diharapkan mampu memahami kondisi masyarakat secara konkret sekaligus meresponsnya melalui aksi nyata.
Kegiatan ini pun mendapat respons positif dari masyarakat. Selain membantu meringankan beban, kehadiran kader HMI di ruang publik dinilai membawa energi positif serta mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat.
Sebagai penutup, Ridho berharap aksi serupa dapat terus berlanjut dan menjadi budaya dalam setiap proses perkaderan HMI.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti di sini, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan. HMI harus terus hadir sebagai solusi, menjadi pelopor perubahan, serta menjaga komitmen pengabdian kepada umat dan bangsa,” tutupnya.
Dengan semangat “Yakusa untuk Bangsa”, peserta LK III Badko HMI Sumut menegaskan bahwa kepedulian adalah fondasi utama dalam membangun peradaban yang berkeadilan dan berkemanusiaan.
(Red)

















