Bangli |Nusantara Jaya News – Kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat kembali ditunjukkan melalui program Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Bantuan Rumah Swadaya Masyarakat Bali (Barusami) Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan di Desa Lembean, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan peletakan batu pertama pembangunan RTLH tersebut dipimpin langsung oleh Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadi Saputra, S.H., bersama rombongan sebagai bentuk nyata sinergi antara TNI, Pemerintah Provinsi Bali, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup warga kurang mampu.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 09.30 WITA itu berjalan aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Kehadiran jajaran TNI, pemerintah daerah, kepolisian, hingga masyarakat penerima manfaat menunjukkan kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung program sosial
kemasyarakatan di Bali.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kasi Log Korem 163/Wira Satya Kolonel Czi Koerniawan Pramulyo, S.H., Kasi Ter Korem 163/Wira Satya Kolonel Inf Dindin Nasrudin, Kepala Dinas PUPR Perkim Provinsi Bali Ir. Nusakti Asa Wedha, ST., MT., Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, SST.Par., Dandim 1626/Bangli Letkol Inf Yugi Prastawa, S.I.P., M.I.P., Kapolres Bangli AKBP James Irianov Syaloom Rajagukguk, S.I.K., M.H., Camat Kintamani Ketut Erry Soena Putra, S.STP., M.Si., Kapolsek Kintamani Kompol Made Dwi Puja Rimbawa, S.H., M.H., Danramil 1626-04/Kintamani Kapten Inf I Ketut Suparwan, Kepala Desa Lembean I Made Mudarsana, serta masyarakat penerima manfaat program RTLH.
Kegiatan diawali dengan kedatangan Danrem 163/Wira Satya beserta rombongan di Wantilan Desa Lembean yang disambut hangat oleh perangkat desa dan jajaran terkait. Setelah beristirahat sejenak, acara dilanjutkan dengan seremonial peletakan batu pertama pembangunan RTLH.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas PUPR Perkim Provinsi Bali Ir. Nusakti Asa Wedha menjelaskan bahwa program Barusami tahun 2026 menargetkan perbaikan sebanyak 138 unit rumah tidak layak huni di wilayah Provinsi Bali.
Menurutnya, sekitar 60 persen dari total RTLH tersebut berada di Kabupaten Bangli dan sisanya di Kabupaten Buleleng. Khusus di Desa Lembean sendiri terdapat 10 unit RTLH yang menjadi sasaran program perbaikan tahun ini.
Selain Desa Lembean, program serupa juga menyasar Desa Bayung Cerik sebanyak 26 unit dan Desa Gunung Bau sebanyak 11 unit. Dengan demikian, total RTLH yang akan ditangani di Kabupaten Bangli mencapai 47 unit dari total target Provinsi Bali.
“Program Bantuan Rumah Swadaya Masyarakat Bali atau Barusami ini merupakan wujud nyata kerja sama antara Pemerintah Provinsi Bali, TNI, dan masyarakat. Kami berharap pengerjaan RTLH dapat memenuhi aspek mutu, waktu, dan biaya sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa secara bertahap Pemerintah Provinsi Bali menargetkan penanganan 322 unit RTLH yang menjadi kewenangan provinsi. Tahun ini sebanyak 138 unit menjadi prioritas pengerjaan, sedangkan sisanya akan dilakukan secara bertahap melalui berbagai skema dukungan, termasuk Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dan Corporate Social Responsibility (CSR).
Sementara itu, Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadi Saputra dalam arahannya menegaskan bahwa pembangunan RTLH merupakan bentuk kolaborasi nyata antara TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam membantu warga yang membutuhkan.
Ia menyampaikan bahwa sebelumnya program serupa telah dilaksanakan di sejumlah wilayah seperti Belancan, Serai, dan Mengani. Pada bulan ini, pembangunan RTLH difokuskan di Desa Lembean, kemudian dilanjutkan di Bayung Cerik dan Gunung Bau secara bertahap.
“Kegiatan pembangunan RTLH ini tidak hanya menjadi tugas TNI semata, tetapi harus melibatkan seluruh elemen masyarakat. Semangat gotong royong jangan sampai hilang. Saya minta masyarakat ikut membantu proses pembangunan agar hasilnya maksimal,” tegas Danrem.
Danrem juga optimistis pembangunan RTLH dapat selesai dalam waktu satu bulan apabila seluruh pihak mampu berkolaborasi dengan baik. Ia menekankan bahwa program Barusami bukan proyek untuk mencari keuntungan, melainkan bentuk pengabdian dan kepedulian sosial kepada masyarakat.
Selain pembangunan rumah, Danrem juga mengungkapkan rencana pembangunan sumur bor di wilayah Kabupaten Bangli. Sebanyak 47 titik sumur bor direncanakan dibangun, dengan 20 titik berada di wilayah Kintamani guna membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
“Kami membutuhkan dukungan dari semua pihak agar seluruh pembangunan RTLH dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Mari kita bersama-sama ngayah untuk masyarakat kita,” ujar Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadi Saputra.
Dalam kesempatan tersebut, Danrem juga membuka ruang komunikasi kepada masyarakat apabila ditemukan perilaku anggota di lapangan yang kurang baik selama pengerjaan RTLH berlangsung. Namun ia meyakini seluruh personel TNI akan menjaga sikap dan menjalin hubungan harmonis dengan masyarakat.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan doa bersama sebelum prosesi peletakan batu pertama dilakukan di rumah milik I Wayan Sena sebagai salah satu penerima manfaat program RTLH. Prosesi tersebut dilakukan langsung oleh Danrem 163/Wira Satya bersama Wakil Bupati Bangli dan tamu undangan lainnya.
Program RTLH Barusami diharapkan menjadi solusi nyata dalam mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di Bali sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui budaya gotong royong dan kepedulian sosial. (Sukadana)













