banner 1000x130

Rasa Jadi Narasi di BBTF 2026 Ceritakan Indonesia Lewat Seblak, Arak, dan Coklat Jembrana

banner 2500x130 banner 1000x130

Badung – Nusantarajayanews.id | Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 menempatkan gastronomi sebagai wajah utama pariwisata Indonesia. Lewat tema “Redefining Indonesia’s Gastronomy Journey: A Celebration of Taste, Culture, and Sustainable Heritage”, BBTF 2026 menegaskan rasa bukan sekadar hidangan, tapi narasi destinasi yang menghubungkan budaya, sejarah, komunitas, dan keberlanjutan.

Semangat itu terasa sejak malam pembukaan melalui konsep Megibung Nusantara Culinary. Marriott Bonvoy dan The Westin Resort Nusa Dua menyajikan makan bersama dengan ragam hidangan nusantara dan dessert Indonesia dalam kemasan elegan.

banner 1000x130

Dari Seblak Bandung yang mewakili energi street food Jawa Barat, hingga Nasi Campur Bali yang memadukan identitas kuliner Bali dengan inspirasi daerah lain, gastronomi Indonesia ditampilkan lentur: dari tradisi, street food, hingga interpretasi modern yang tetap berpijak pada akar budaya.

Pengalaman gastronomi diperkaya minuman lokal. Arak Karangasem hadir sebagai warisan rasa Bali, sementara cocktail “Matahari” memadukan tangerine, passion fruit, dan arak Bali dalam interpretasi modern. Sababay Winery memperkenalkan artisan wine produksi Bali yang dipimpin perempuan, terinspirasi filosofi Prancis vin de garage.

Cokelat Jembrana, Jungle Pod, dan Kopi Akasa Kintamani melengkapi cerita tentang tanah, petani, proses produksi, dan identitas daerah. Kehadiran produk ini menunjukkan gastronomi Indonesia adalah ekosistem yang menghubungkan petani, produsen, komunitas, hospitality, dan destinasi.

“Gastronomi adalah bahasa universal yang mudah dipahami pasar global. Di balik hidangan ada cerita tanah, laut, rempah, tradisi, keluarga, upacara, dan cara hidup masyarakat. Inilah kekuatan Indonesia,” ujar I Putu Winastra, Ketua Panitia BBTF 2026, jumat (29/5/2026).

Tahun ini 12 provinsi menampilkan narasi kuliner diantaranya Bali, Jakarta, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Lombok/NTB, NTT, Sulawesi Utara, Papua, dan Lampung.

“BBTF 2026 menampilkan cerita dari 12 provinsi serta narasi rempah dan kuliner nusantara yang memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi gastronomi berbasis budaya dan pengalaman lokal,” tambah Winastra.

Melalui Travex dan program post-tour, BBTF 2026 memberi ruang gastronomi bergerak dari promosi ke peluang bisnis. Produk seperti heritage dining, spice routes, market visits, cooking class, farm-to-table, sea-to-table, wine tasting, hingga pengalaman kuliner desa bisa dikembangkan sebagai paket wisata bernilai tinggi.

Pendekatan ini relevan dengan tren wisatawan global yang kini mencari pengalaman bermakna: tahu asal-usul makanan, bertemu komunitas lokal, belajar memasak, mencicipi produk daerah, memahami rempah, dan membawa pulang cerita personal.

Pada akhirnya, gastronomi adalah cara Indonesia bercerita ke dunia. Di BBTF 2026 pesannya jelas bahwa pIndonesia tidak hanya indah untuk dilihat, tetapi juga kaya untuk dirasakan, dipelajari, dan dialami.(tik).

 

banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130