SURABAYA |Nusantara Jaya News – Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Ajeng Wira Wati turun langsung menemui warga dalam agenda Jaring Aspirasi Masyarakat (Reses) yang digelar di kawasan Gubeng Jaya Langgar, Kecamatan Gubeng, Surabaya, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan reses tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi secara langsung kepada wakil rakyat, khususnya terkait sektor sosial, pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur lingkungan yang menjadi fokus kerja Komisi D DPRD Surabaya.
Acara berlangsung penuh antusias dan dihadiri puluhan warga yang aktif berdialog menyampaikan kebutuhan serta harapan mereka kepada legislator dari Fraksi Gerindra tersebut. Dalam suasana yang hangat dan komunikatif, Ajeng mendengarkan satu per satu aspirasi masyarakat yang disampaikan.
Di sela kegiatan, Ajeng menegaskan bahwa kehadiran anggota DPRD di tengah masyarakat bukan hanya sebatas agenda seremonial, namun menjadi bentuk nyata pengawasan terhadap jalannya program pemerintah sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat benar-benar diperhatikan.
“Momentum reses ini menjadi kesempatan bagi kami untuk mengenal lebih dekat sekaligus mengawal langsung kebutuhan dan aspirasi konstituen,” ujar Ajeng di hadapan warga.
Sebagai anggota Komisi D yang membidangi sosial dan pendidikan, Ajeng juga menegaskan pentingnya fungsi pengawasan DPRD terhadap penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Surabaya yang saat ini mencapai Rp12,6 triliun.
Menurutnya, besarnya anggaran daerah harus benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Karena itu, DPRD Surabaya akan terus mengawal setiap usulan dan pengajuan warga agar dapat direalisasikan sesuai kebutuhan prioritas.
“Kami DPRD selalu melakukan pengawasan untuk anggaran APBD Surabaya, apalagi saat ini nominalnya mencapai Rp12,6 triliun dan akan terus mengawal setiap pengajuan dari masyarakat,” tegasnya.
Dalam sesi dialog, warga menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai masih perlu perhatian pemerintah. Di antaranya terkait penerangan jalan umum (PJU), program rumah tidak layak huni (Rutilahu), sistem penerimaan murid baru, hingga layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.
Menanggapi persoalan pendidikan, Ajeng menjelaskan bahwa Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SD dan SMP saat ini menerapkan skema berdasarkan usia dan jarak domisili dengan pembagian desil 1 hingga 5.
Ia juga mengingatkan bahwa sekolah swasta dapat menjadi alternatif bagi siswa yang belum tertampung di sekolah negeri. Bahkan menurutnya, pemerintah juga membuka peluang bantuan pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan agar anak-anak tetap memperoleh akses pendidikan yang layak.
Selain sektor pendidikan, persoalan layanan kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian serius dalam reses tersebut.
Ajeng menyampaikan bahwa pemerintah saat ini terus melakukan evaluasi data kesejahteraan sosial masyarakat berbasis kategori desil 1 sampai 5 agar bantuan dan layanan kesehatan dapat lebih tepat sasaran.
Koordinasi dengan Dinas Sosial juga terus dilakukan untuk memastikan masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat terdata dan memperoleh hak pelayanan sosial maupun kesehatan secara optimal.
Tak hanya itu, Ajeng turut memaparkan mekanisme pengajuan fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) dan program Rutilahu yang banyak menjadi kebutuhan warga di kawasan permukiman padat penduduk.
Dalam kesempatan tersebut, Ajeng yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Gerindra DPRD Surabaya turut mensosialisasikan sejumlah Program Strategis Nasional yang digagas Presiden Republik Indonesia.
Program-program tersebut antara lain Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, program swasembada pangan, hingga layanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat.
Menurutnya, berbagai program nasional tersebut harus diketahui masyarakat agar dapat dimanfaatkan secara maksimal demi meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup warga.
Melalui kegiatan reses ini, Ajeng berharap seluruh aspirasi masyarakat yang disampaikan dapat diperjuangkan di DPRD Kota Surabaya, terutama dalam upaya meningkatkan pelayanan sosial, pendidikan, kesehatan, dan pembangunan lingkungan yang lebih merata bagi seluruh warga Kota Surabaya. (Red)













