banner 1000x130

Bali Film Forum 2026 Memperkuat Peran Festival, Narasi, dan Kolaborasi Global bagi Sineas Indonesia

banner 2500x130 banner 1000x130

Bali — Nusantarajayanews.id | Bali International Film Festival (BALINALE) terus memperkuat perannya sebagai titik temu bagi sineas Indonesia, sineas internasional, dewan juri, dan para profesional industri melalui Bali Film Forum 2026 yang diselenggarakan di The Meru Sanur.

Sebagai bagian dari penyelenggaraan BALINALE 2026 edisi ke-19, forum ini menjadi platform industri yang dirancang untuk membuka percakapan yang lebih mendalam mengenai strategi festival, kekuatan narasi, jejaring internasional, serta peran film sebagai bagian penting dari ekosistem budaya dan ekonomi kreatif.

banner 1000x130

Tahun ini, Bali Film Forum menghadirkan dua sesi utama, yaitu “Festival Strategy for Filmmakers” dan “Importance of Narrative in a Post-Truth World.” Kedua tema ini menegaskan pentingnya bagi para sineas untuk tidak hanya menciptakan karya yang bermakna, tetapi juga memahami bagaimana film mereka dapat menemukan audiens yang tepat, masuk ke festival yang sesuai, membangun relasi profesional, dan membawa cerita lokal ke ruang global.

Forum ini mempertemukan para sineas, produser, pelaku dokumenter, dan dewan juri yang dihormati, termasuk Eros Zhao, sineas dokumenter dan anggota Dewan Juri BALINALE 2026; Misha Novak, mewakili Grappling Grace; Marcella Zalianty, aktris, produser, dan pegiat budaya; Richard Todd, sineas dokumenter peraih penghargaan; Frank Pollaro, sutradara The Madness of Moonlight; serta Denise Castelli, documentary development executive. Sesi-sesi forum dimoderatori oleh Richard Halstead.

Dalam sambutan pembukaannya, Irini Dewi Wanti, S.S., M.SP., Direktur Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, menekankan peran strategis film dalam pemajuan kebudayaan.

Ia menambahkan bahwa Kementerian Kebudayaan melihat pentingnya penguatan ekosistem film, musik, dan seni secara menyeluruh, mulai dari pengembangan talenta, produksi, kurasi, distribusi, festival, pengembangan audiens, hingga kolaborasi internasional.

“Dalam dunia yang berubah sangat cepat, termasuk dengan hadirnya AI, media sosial, dan arus informasi yang semakin kompleks, narasi menjadi semakin penting. Film memiliki kekuatan untuk menghadirkan kedalaman, konteks, empati, dan kemanusiaan,”ujarnya, rabu (3/6/2026).

Deborah Gabinetti, Pendiri sekaligus Festival Director BALINALE, menyampaikan bahwa Bali Film Forum merupakan bagian penting dari komitmen BALINALE untuk bergerak melampaui pemutaran film dan mendukung pertumbuhan para sineas serta ekosistem industri yang lebih luas.

“BALINALE selalu percaya bahwa festival film bukan hanya tempat untuk menonton film. Festival adalah ruang untuk bertemu, belajar, membangun kepercayaan, dan menciptakan peluang baru. Bali Film Forum memberi kesempatan bagi para sineas untuk memahami bagaimana karya mereka dapat bergerak lebih jauh – mulai dari proses kreatif dan strategi festival hingga membangun hubungan dengan industri internasional,” ujar Deborah Gabinetti.

Ia juga mencatat bahwa sebagai festival film internasional yang tumbuh dari Bali, BALINALE bertujuan memperkuat posisi Indonesia dalam percakapan perfilman global.

Marcella Zalianty, aktris, produser, CEO Keana Film, Ketua Umum PARFI 56, sekaligus inisiator Indiskop/Bioskop Independen, menekankan bahwa perfilman Indonesia perlu diperkuat sebagai sebuah ekosistem bisnis kreatif yang utuh.

“Film harus hidup dalam ekosistem yang sehat – mulai dari pengembangan talenta, produksi, pendanaan, distribusi, promosi, akses bioskop, festival, komunitas, hingga penonton. Dibutuhkan komitmen dan disiplin untuk menempatkan film sebagai kekuatan budaya sekaligus bisnis kreatif yang berkelanjutan,” ujar Marcella.

BALINALE 2026 berlangsung pada 1-7 Juni 2026 di Sanur, Bali, dengan program yang berpusat di ICON Bali Mall, Cinema XXI, The Meru Sanur, dan Bali Beach Hotel. Edisi ke-19 ini menghadirkan 94 film dari 38 negara, mencakup Narrative Feature, Documentary Feature, Short Narrative, Short Documentary, Short Animation, special screenings, Hong Kong Film Gala Presentation, Opening Night Film, Closing Night Film, serta program industri.

Sebagai festival film pertama dan satu-satunya di Indonesia yang berstatus Academy Award® Qualifying Film Festival, BALINALE terus berkomitmen untuk menghadirkan film-film berkualitas, membuka peluang internasional bagi para sineas, dan mendukung pertumbuhan industri kreatif Indonesia.

BALINALE menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra, pembicara, sineas, dewan juri, komunitas, relawan, dan anggota komite yang telah mendukung penyelenggaraan festival tahun ini.

Mitra resmi BALINALE 2026 meliputi Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Dana Indonesiana, LPDP, Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Badung, Pemerintah Kota Denpasar, ICON Bali sebagai official venue partner, Cinema XXI sebagai official cinema partner, The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel sebagai official hotel partners, serta seluruh mitra dan komunitas yang telah menjadi bagian dari perjalanan BALINALE.(red)

banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130