banner 1000x130

Balinale 2026 di Tutup dengan Penganugerahan Film-Film Pemenang, Tegaskan Keunggulan Sinematik

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: null; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (0.37361112, 0.5833333);sceneMode: 2;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: 0;weatherinfo: null;temperature: 34;
banner 2500x130 banner 1000x130

Bali – Nusantarajayanews.id | Bali International Film Festival (Balinale) edisi ke-19 resmi menutup rangkaian acaranya Jumat 5/6/2026) malam di The Meru Sanur, Bali Beach Garden.

Dalam malam penutupan yang hangat, para juri mengumumkan film-film pemenang dari berbagai kategori, sekaligus merayakan karya sinematik berkualitas dari sineas Indonesia dan dunia.

banner 1000x130

Jajaran juri tahun ini terdiri dari profesional film nasional dan internasional, antara lain Yosep Anggi Noen, David Hanan, Dr Eros Zhao, Marcella Zalianty, Denise Castelli, hingga Shanty. Mereka menilai film-film terpilih berdasarkan narasi memikat, kepekaan sinematik, dan kekuatan teknis.

Dokumenter pendek The Tuners karya Pawel Chorzepa dari Polandia menjadi salah satu sorotan utama. Juri menilai film ini melampaui pengamatan biasa dengan mengolah suara, keheningan, dan durasi sebagai materi sinematik. Kepercayaan sutradara pada ritme film memberi karya tersebut keanggunan yang langka. The Tuners juga dinobatkan sebagai Film Pendek Terbaik Balinale 2026.

Kategori Narasi Pendek dimenangkan film Ali karya Adnan Al Rajeev dari Bangladesh dan Filipina. Juri mengapresiasi pendekatan film tentang identitas dan penindasan yang dibangun melalui atmosfer, pengendalian diri, serta ketelitian visual. Sementara Penghargaan Khusus jatuh pada Close Your Eyes Hind karya Amir Zaza dari Belanda atas penggambaran tragis anak-anak di zona perang yang menyentuh dan menggugah.

Animasi pendek Lifetime Warranty karya Daniel Lobos dari Chili terpilih sebagai pemenang kategori animasi. Juri memuji dedikasi tinggi dalam teknik animasi frame by frame yang mengingatkan pentingnya kerja manual di tengah laju kemajuan teknologi.

Untuk kategori panjang, film dokumenter The Designer is Dead karya Gonzalo Hergueta dari Spanyol dinilai sebagai arsip jujur seorang seniman yang setia pada karyanya.

Penghargaan Khusus dokumenter panjang diberikan kepada The Rain Won’t Let Us Fly karya Ignacio Marín & Rubén Díez dari Spanyol yang menampilkan dampak perang terhadap masyarakat Ukraina dengan berani dan cermat.

Kategori Film Naratif dimenangkan Aisha Can’t Fly Away karya Morad Mostafa dari Mesir. Akting Maha Mohammed Al-Adwani sebagai pemeran utama dinilai kuat dan mencekam, sementara sutradara berhasil membawa penonton pada klimaks yang tetap sesuai tanpa memaksakan ending damai.

Balinale 2026 juga memberikan apresiasi khusus untuk sineas Indonesia. Sound of Silence karya Gavrila Angelina meraih Penghargaan Gary L Hayes bagi Pendatang Baru Film Indonesia karena penceritaan tepat waktu dan eksekusi yang menjanjikan. Film pendek Amazing Fantastic Extraordinary People karya Nadine Habsjah & Yusgunawan Marto terpilih sebagai Tapestry of Indonesia, film pendek Indonesia terbaik, dengan penampilan Ruth Marini yang dominan dan narasi berani tentang eksploitasi sosial.

Penghargaan Pilihan Komite diberikan kepada Death Drive karya Eolgul PARK dari Korea Selatan yang mengangkat tekanan pekerjaan pengantar barang sebagai kritik sosial, serta Grappling Grace karya Alexander Kiehl & Misha Novak dari Inggris Raya yang menampilkan harapan dan kemanusiaan imigran di masa sulit.

Sebagai Festival Kualifikasi Academy Award pertama dan satu-satunya di Indonesia, pemenang Film Pendek Terbaik Balinale berhak dipertimbangkan masuk kompetisi Oscar untuk Film Pendek Terbaik.

Acara penutupan dimeriahkan penampilan penyanyi dan aktor Shanty yang juga menjabat sebagai juri. Balinale 2026 didukung Kementerian Kebudayaan, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kantor Gubernur Bali, Kantor Walikota Denpasar, serta mitra The Meru Sanur, ICON Bali Mall, dan Cinema XXI.r

Pada Perscon penutup, sabtu (6/6/2026) Deborah Gabinetti, Pendiri sekaligus Festival Director Balinale menyampaikan bahwa Tahun depan Balinale akan membuka kerjasama yang lebih erat dengan pemerintah Indonesia untuk membuat dan menggairahkan film Indonesia, terutama bagi generasi muda untuk ikut festival. Dengan adanya festival, Menurut Deborah, mereka bisa mengumpulkan kualitas dibanding dari pemain-pemain dunia yang menjadi salah satu kepentingan di festival, karena ada banyak waktu untuk mengangkat dan meningkatkan potensi festival.

“Saya pikir sudah waktunya kita menilai bahwa sebuah festival adalah sebuah strategi untuk stakeholders atau teman-teman di middle, mengangkat posisinya untuk global platform,” kata Deborah.

Balinale 2026 mencatatkan jumlah pengajuan film tertinggi selama 19 tahun penyelenggaraannya, dengan lebih dari 1.300 judul dari seluruh dunia. Dari seleksi ketat, festival memutar 94 film dari 38 negara, termasuk 20 world premiere, 10 pemutaran perdana internasional, dan 26 pemutaran perdana Asia.(red)

 

 

 

 

 

banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130