banner 1000x130

BTID dan Desa Serangan Gelar Lomba Penjor Piodalan Pura Sakenan, Jaga Nilai Budaya Warisan Leluhur

banner 2500x130 banner 1000x130

Denpasar – Nusantarajayanews. id | Bali Tourism Development Indonesia (BTID) KEK Kura-Kura Bali bersama Desa Adat Serangan menggelar Lomba Penjor dalam rangka Piodalan Pura Dalem Sakenan dan Hari Raya Kuningan. Lomba dilaksanakan pada Kamis, 25 Juni 2026, sementara piodalan Pura Sakenan jatuh pada Saniscara, Sabtu, 27 Juni 2026.

Dari enam banjar yang ada di Desa Serangan, lima banjar mengikuti lomba. Lima banjar peserta adalah Banjar Kaja, Banjar Ponjok, Banjar Kawan, Banjar Peken, dan Banjar Dukuh. Sementara yang tidak ikut adalah Banjar Tengah (Kampung Bugis), karena Banjar Tengah adalah kampung muslim.

banner 1000x130 banner 1000x130

Bendesa Adat Serangan I Nyoman Gede Pariartha. menjelaskan, lomba penjor yang telah digelar tiga kali ini bertujuan menumbuhkan kreativitas generasi muda dalam menjaga nilai-nilai budaya warisan leluhur.

“Tujuan utama lomba yang telah digelar tiga kali ini adalah bagaimana kita anak-anak muda ini memiliki kreativitas dalam menjaga nilai-nilai budaya yang ada diwariskan para leluhur kita. Aksesoris penjor menjadi sebuah ajang menunjukkan kreativitas anak-anak muda ini,” katanya.

Kepala Departemen Komunikasi BTID Zefri Alfaruqy mengatakan lomba ini merupakan kolaborasi BTID sebagai inisiator dengan pemuda-pemudi Serangan untuk menyemarakkan Hari Raya Kuningan dan Pujawali Pura Dalem Sakenan.

“Lomba penjor ini adalah kolaborasi dari BTID sebagai inisiator dengan warga serangan, khususnya bagi pemuda-pemudi serangan. Dalam rangka memperingati atau ikut menyemarakkan Hari Raya Kuningan yang jatuh di hari Sabtu nanti, 27 Juni dan tentu saja bertepatan dengan acara Pujawali Pura Dalem Sakenan,” ujar Zefri.

BTID menganggarkan kegiatan ini sebesar Rp50 juta. Pemenang 1, 2, dan 3 akan mendapat uang tunai masing-masing Rp5 juta, Rp4 juta, dan Rp3 juta. Peserta yang berpartisipasi juga mendapat apresiasi.

Zefri berharap ke depan tidak hanya BTID, tetapi juga brand dan produk lain ikut berpartisipasi. BTID juga menginisiasi pembentukan Sabha Yowana di Desa Serangan agar pemuda dapat memberi konsep untuk festival lain, termasuk peringatan 17 Agustus.

Penjor hasil lomba juga akan dipamerkan saat soft opening Sira Village Grand Outlet Bali akhir Juli, bersama 50 penjor lain yang diharapkan dibuat pemuda Serangan.

Tim juri dari Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, I Gede Arum Gunawan selaku Kepala Seksi Penyajian dan Pengembangan Seni UPTD Taman Budaya, menegaskan penilaian mengacu pada penjor upacara sesuai lontar.

“Yang menjadi perhatian pertama adalah bagaimana kelengkapan penjor itu sebagai sebuah penjor upacara. Itu yang harus kita pastikan. Setelah itu yang kedua, barulah unsur keindahannya. Bagaimana susunannya, bagaimana harmonisasinya, bagaimana keseimbangannya. Dan yang terakhir terkait dengan kekuat harmonisasi akhir,” jelas Arum Gunawan.

Penjor upacara harus memiliki 11 unsur pokok Sang Hyang Eka Dasa Rudra diantaranya, kase atau kober simbol Betara Iswara, palabungkah dan palagantung simbol Sang Hyang Maheswara, jaja gina, jaja uli, jaja abom, jaja satoh simbol Betara Brahma, bambu simbol Betara Rudra, liletan busung simbol Betara Mahadewa, pelawa dedaunan simbol Betara Sangkara, kelapa simbol Betara Wisnu, tebu simbol Betara Samu, banten simbol Sang Hyang Siwa, sangah arda candra simbol Sang Hyang Sahadewa, dan sampian penjor simbol Paramasiwa.

Dewan juru akan memberikan sanksi pengurangan nilai jika peserta terlambat atau menggunakan kreator dari luar Desa Serangan sesuai kesepakatan sekaha teruna setempat.

“Kalau peserta melakukan pelanggaran itu, misalnya seperti sekarang ada yang sudah di luar kesepakatan, nanti di nilai akhir akan dikurangi poinnya,” tegasnya.

Arum Gunawan menambahkan, generasi muda diedukasi agar kreativitas tetap mengacu pada 11 unsur pokok penjor upacara.

“Penjor boleh indah tapi tetap jangan lupa dengan 11 unsur penjor sesuai lontar. Ada perbedaan antara penjor upacara dengan penjor hiasan. Termasuk ada penjor mobil kukung. Penjor mobil kukung beda lagi bentuknya,” tutupnya.(tik).

banner 1000x130
banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130