SURABAYA |Nusantara Jaya News – Kasus dugaan pengeroyokan yang menimpa Louis Prasetya di wilayah Surabaya terus menjadi perhatian publik. Meski aparat kepolisian telah mengamankan satu orang terduga pelaku, keluarga korban berharap proses penegakan hukum tidak berhenti sampai di situ. Mereka mendesak agar seluruh pihak yang diduga terlibat, termasuk terduga pelaku utama berinisial H.YS, segera ditangkap dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (5/6)
Peristiwa yang menyebabkan korban mengalami luka fisik di sejumlah bagian tubuh serta trauma psikologis tersebut kini menjadi sorotan masyarakat. Keluarga korban menilai penuntasan kasus secara menyeluruh sangat penting demi menghadirkan rasa keadilan bagi korban sekaligus memberikan kepastian hukum yang jelas.
Menurut keterangan keluarga, insiden tersebut diduga berawal dari persoalan pribadi yang kemudian berkembang menjadi aksi kekerasan. Kakak korban, Natalia, mengungkapkan bahwa sebelum kejadian dirinya sempat menerima panggilan telepon dari seorang pria yang disebut berinisial H.YS.
Dalam percakapan tersebut, Natalia mengaku mendapatkan ucapan bernada kasar dan tantangan untuk bertemu di lokasi tertentu. Namun setelah dirinya mendatangi lokasi yang dimaksud dan menunggu cukup lama, orang yang menghubunginya tidak pernah muncul.
Tidak lama setelah kejadian tersebut, korban diduga menjadi sasaran aksi kekerasan yang melibatkan sejumlah orang. Berdasarkan keterangan keluarga, korban mengalami pemukulan hingga terjatuh ke tanah. Saat berada dalam kondisi tidak berdaya, korban diduga kembali menjadi sasaran penganiayaan secara bersama-sama.
“Setelah adik saya jatuh, ada beberapa orang yang mengerumuni, memegang, membanting, dan mengarahkan agar dia kembali dipukuli,” ungkap Natalia.
Akibat insiden tersebut, Louis Prasetya mengalami luka pada bagian wajah, kepala, bahu, serta kaki. Selain itu, korban juga mengalami memar di sejumlah bagian tubuh akibat tindakan kekerasan yang diduga dilakukan secara beramai-ramai.
Keluarga menyebut pakaian yang dikenakan korban saat kejadian juga mengalami kerusakan akibat kerasnya aksi yang terjadi.
Kondisi tersebut semakin memperkuat keyakinan keluarga bahwa kasus ini harus diusut hingga tuntas agar seluruh pihak yang terlibat dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.
Tidak hanya berdampak pada kondisi fisik korban, peristiwa tersebut juga meninggalkan trauma mendalam bagi korban maupun anggota keluarga lainnya. Hingga kini, keluarga mengaku masih diliputi rasa khawatir dan ketakutan, terutama setelah muncul dugaan intimidasi yang terjadi pascakejadian.
“Kami berharap pelaku utama segera ditangkap. Sampai sekarang keluarga masih merasa terancam karena ada pihak yang mencari alamat rumah kami dan melakukan intimidasi,” ujar pihak keluarga.
Di sisi lain, aparat kepolisian memastikan bahwa laporan terkait dugaan pengeroyokan tersebut telah ditindaklanjuti. Kapolsek Sukomanunggal Kompol Akhyar membenarkan adanya laporan polisi yang telah diterima dan saat ini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut.
Laporan tersebut tercatat dengan nomor TBL/18/VI/2026/SPKT/Polsek Sukomanunggal/Polrestabes Surabaya/Polda Jawa Timur.
Menurut Kompol Akhyar, penyidik telah melakukan berbagai langkah hukum untuk mengungkap kasus tersebut. Mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi-saksi, hingga pengumpulan alat bukti yang diperlukan guna mengidentifikasi seluruh pihak yang diduga terlibat.
Polisi juga telah mengamankan satu orang terduga pelaku. Namun demikian, proses pengembangan perkara masih terus dilakukan untuk memburu pihak lain yang diduga memiliki keterlibatan dalam aksi pengeroyokan tersebut.
“Kami masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam kasus ini,” ujar Kompol Akhyar.
Sementara itu, kuasa hukum korban, Hendra Tedjo, memberikan apresiasi atas respons cepat aparat kepolisian dalam menangani laporan yang diajukan pihak korban. Menurutnya, langkah-langkah awal yang telah dilakukan penyidik menunjukkan komitmen dalam mengusut kasus tersebut.
Meski demikian, pihaknya berharap proses pengejaran terhadap para terduga pelaku yang masih belum diamankan dapat segera membuahkan hasil. Ia menegaskan bahwa keberhasilan mengungkap seluruh jaringan pelaku akan menjadi bentuk nyata keadilan bagi korban dan keluarganya.
Saat ini perhatian publik tertuju pada keberadaan terduga pelaku utama berinisial H.YS yang disebut masih dalam pencarian. Keluarga korban berharap aparat dari Polsek Sukomanunggal dan Polrestabes Surabaya terus mengintensifkan upaya pencarian sehingga seluruh pihak yang diduga terlibat dapat segera diamankan.
Bagi keluarga korban, penyelesaian kasus ini bukan sekadar persoalan hukum, melainkan juga menyangkut rasa aman yang hingga kini belum sepenuhnya mereka rasakan. Mereka berharap proses hukum berjalan transparan, profesional, dan mampu memberikan perlindungan kepada korban serta keluarganya.
“Kami percaya kepolisian bekerja profesional. Harapan kami, seluruh pelaku yang terlibat segera ditangkap agar korban dan keluarga mendapatkan rasa aman serta kepastian hukum,” tegas pihak keluarga.
Hingga saat ini, penyidik masih terus melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut. Berbagai upaya dilakukan untuk menelusuri keberadaan para terduga pelaku, mengumpulkan alat bukti tambahan, serta memperkuat konstruksi hukum guna mempercepat proses penegakan hukum.
Masyarakat pun berharap perkara ini dapat segera terungkap secara menyeluruh.
Penangkapan seluruh pihak yang diduga terlibat dinilai penting untuk memastikan keadilan bagi korban sekaligus menunjukkan bahwa setiap tindakan kekerasan harus dipertanggungjawabkan sesuai hukum yang berlaku.
Dengan proses penyelidikan yang masih berlangsung, publik kini menantikan langkah tegas aparat penegak hukum dalam menuntaskan perkara tersebut hingga seluruh pihak yang diduga terlibat berhasil diamankan dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (Red)















