Denpasar – Nusantarajayanews.id | Bali International Film Festival ke-19 atau Balinale 2026 yang berlangsung 1-7 Juni 2026 di Sanur menghadirkan Marcella Zalianty sebagai salah satu juri kategori In Competition. Aktris, sutradara film pendek peraih penghargaan, produser, CEO Keana Films, dan Ketua Umum PARFI tersebut bertugas menilai 4 film panjang dari Tunisia, Korea Selatan, Mesir, dan Jerman yang masuk seleksi kompetisi utama.
Dalam keterangan pers di Sanur, Selasa (2/6/2026), Marcella menyampaikan apresiasi terhadap kurasi Balinale tahun ini. Ia menilai film-film yang dipilih memiliki ciri khas dan pendekatan penceritaan yang berbeda, serta jarang dijumpai di bioskop komersial. Hal tersebut menjadikan festival sebagai ruang penting bagi penonton untuk mengakses karya sinema alternatif yang berkualitas. Durasi film panjang dalam program festival umumnya berkisar 90 hingga 100 menit.
Marcella juga menonton sejumlah film Indonesia yang diputar di Balinale 2026, termasuk The Bandit dan Senin Harga Naik, serta Lift yang masuk kategori Official Selection. Ia berharap ke depan akan ada film Indonesia yang lolos ke kategori In Competition. Menurutnya, kehadiran karya Indonesia di kompetisi utama akan memperkuat posisi sinema nasional di kancah internasional.
Mengenai kondisi industri film Indonesia, Marcella menyatakan optimisme. Ia menilai sinema nasional telah menunjukkan resiliensi tinggi, khususnya pasca periode mati suri dan pandemi COVID-19. Bukti nyata terlihat dari pencapaian jumlah penonton film Indonesia yang melampaui capaian sebelum pandemi, meskipun bioskop sempat tutup dan platform OTT berkembang pesat. Pengalaman menonton di bioskop dinilai tetap memiliki nilai berbeda dibandingkan konsumsi melalui layanan streaming.
“Saya punya keyakinan dari dulu kalau experience nonton di OTT dan nonton di bioskop tidak akan sama. Saya sendiri menjurikan dikasih link film, tapi tetap datang ke bioskop.”ujarnya
Namun demikian, Marcella menekankan sejumlah tantangan yang masih perlu dibenahi. Pangsa pasar film Indonesia terhadap total penonton nasional belum maksimal, terutama jika dibandingkan dengan dominasi film Hollywood. Ia menyoroti perlunya pemerataan dan penambahan infrastruktur layar bioskop di berbagai wilayah, serta penguatan infrastruktur OTT yang sesuai dengan skala populasi dan geografi Indonesia.
Terkait variasi tema, Marcella melihat keragaman genre film nasional cukup meningkat, meskipun horor masih mendominasi. Ia mengusulkan agar industri mulai mengembangkan lebih banyak film dengan cerita dewasa dan matang, seperti drama percintaan untuk segmen penonton usia dewasa. Selain itu, ia mendorong agar film Indonesia dapat dimanfaatkan lebih optimal sebagai medium diplomasi budaya sehingga karya sineas nasional tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga memiliki daya saing di festival dan pasar global.
Balinale 2026 menampilkan 94 film dari 38 negara, termasuk 20 World Premiere dan 10 International Premiere. Marcella Zalianty bersama dewan juri lainnya akan menentukan pemenang kategori In Competition pada malam penutupan festival, 7 Juni 2026.(tik)













