banner 1000x130
Berita  

DTW Pandawa Berbenah, Akan Bangun Tsunami Shelter, Penataan Taman dan Kembangkan Destinasi Baru Bangbang Kembar

banner 2500x130 banner 1000x130

Badung – Nusantarajayanews. id | Pengelola Daya Tarik Wisata [DTW] Pantai Pandawa berkomitmen untuk terus berbenah guna meningkatkan daya saing pariwisata di Kabupaten Badung. Sejumlah program pengembangan infrastruktur dan destinasi baru ditargetkan mulai berjalan pada 2027. Hal itu disampaikan Jro Nyoman Mesir selaku Bendesa Adat Kutuh di sela-sela acara “Semarak Pandawa” Jumat (3/7/2026).

Jro Bendesa menjelaskan, Semarak Pandawa 2026 ini merupakan program hiburan yang menyasar anak-anak sekolah. Namun, pihaknya tetap berupaya menyajikan pelayanan terbaik juga bagi wisatawan domestik maupun mancanegara dengan memeberikan destinasi private.

banner 1000x130 banner 1000x130

“Sekarang wisatawan mancanegara meningkat dibandingkan domestik. Dengan meningkatnya mancanegara, kami ingin memberikan tempat khusus di daerah Pantai Timbis. Karena wisatawan mancanegara biasanya seharian penuh di pantai untuk berjemur dan tidak ingin terganggu,” ujarnya.

Untuk mendukung kenyamanan wisatawan, pengelola menargetkan pembangunan tsunami shelter yang dimulai pengerjaannya pada 2027. Selain itu, juga akan dilakukan perbaikan kios-kios di sepanjang pantai dan wantilan. Sementara penataan taman secara bertahap telah dimulai dari tahun dengan penataan awal mulai dari pintu gerbang masuk di Jalan Alas Arum.

“Tahun 2027, kita akan membuat tsunami shelter dan perbaikan kios-kios di sepanjang pantai serta wantilan. Perbaikan taman dimulai dari pintu gerbang masuk,” jelasnya.

Pendanaan untuk program tersebut berasal dari Desa Adat Kutuh dan dibantu oleh Pemerintah Kabupaten Badung. Selain penataan di kawasan pantai, DTW Pandawa juga akan mengembangkan destinasi baru bernama Bangbang Kembar yang dulu adalah Beji berlokasi di kawasan Gunung Payung.

Area tersebut memiliki luas 73 are dan rencananya akan dibuka untuk umum sebagai taman rekreasi, termasuk kolam pancing.
Kawasan hutan desa adat dengan vegetasi pohon cempaka yang harum juga akan dioptimalkan.

“Setelah ngenteg linggih, kami coba buka auranya Bangbang Gede. Ini memang sumber kehidupan masyarakat Kutuh dari dulu. Sekarang sudah dibuat sumur bor dan airnya sudah mengalir. Bangbang ini akan kami permak,” kata Jro Bendesa.

Ia memperkirakan dana yang dibutuhkan untuk penataan dan pengembangan destinasi baru tersebut mencapai kurang lebih Rp5 miliar.

“Di Pandawa sudah ada tiga destinasi. Harapannya ada penambahan lagi dengan adanya Bangbang atau mata air Beji di daerah Gunung Payung,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Jro Bendesa juga menyoroti perhatian Pemerintah Kabupaten Badung terhadap DTW-DTW yang ada.

“Pemkab memang sudah memberikan motivasi, tapi kami sedikit sesalkan. Nafkah Kabupaten Badung itu kan ada di pariwisata. Cuma untuk pendataan dan penataan dan sumber kehidupannya kurang,” ujarnya.

Ia berharap Dinas Pariwisata Kabupaten Badung lebih proaktif dan peka terhadap kekurangan yang ada di DTW, agar tidak ditinggalkan wisatawan. Ia juga mengingatkan pentingnya inovasi dan dukungan anggaran yang konsisten.

“Tugas Kadispar dan jajarannya harus selalu berkreasi berinovasi tentang DTW-DTW yang ada di Kabupaten Badung. Jangan hanya mengandalkan DTW itu yang perbaiki, uangnya kan ada di Kabupaten,” tegasnya.

Untuk mendatangkan wisatawan, pengelola Pantai Pandawa secara rutin melakukan promosi jemput bola ke Jawa setahun sekali, bertepatan dengan waktu bulan puasa.

“Kami sebagai pengelola Pantai Pandawa telah berusaha mempromosikan DTW Pandawa. Kami datang ke Jawa untuk silaturahmi. Kalau itu tidak dilakukan, jangan harap dapat wisatawan ke Pandawa,” pungkasnya.(tik)

banner 1000x130
banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130