Surabaya |Nusantara Jaya News — Sebanyak 2.600 tenaga pendidik dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur mengikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional yang digelar di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi langkah awal strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul di bidang digital sejak jenjang pendidikan.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam kesempatan tersebut menegaskan kesiapan Jawa Timur untuk menjadi lumbung talenta digital nasional. Menurutnya, Jawa Timur memiliki modal strategis yang sangat kuat untuk berkontribusi dalam agenda besar pembangunan nasional di bidang transformasi digital.
Khofifah menjelaskan, dengan jumlah penduduk yang besar, sebaran lembaga pendidikan yang luas, serta dukungan ekosistem industri dan ekonomi kreatif yang terus berkembang, Jawa Timur memiliki kapasitas dan potensi besar untuk menjadi episentrum lahirnya talenta digital unggul di Indonesia.
“Karena itu, pengelolaan talenta harus dimulai sejak pendidikan, dilakukan secara terencana, berbasis data, serta terhubung dengan kebutuhan industri dan arah pembangunan nasional,” ujar Khofifah dalam keterangan resminya, Rabu (21/1/2026).
Dalam paparannya, Khofifah menekankan bahwa percepatan transformasi digital menuntut perubahan paradigma dalam pembangunan nasional. Pendidikan dan pengelolaan sumber daya manusia, menurutnya, tidak lagi dapat diposisikan hanya sebagai sektor pendukung, melainkan harus menjadi instrumen utama transformasi bangsa.
Hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menegaskan bahwa kekuatan bangsa di masa depan sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dalam konteks tersebut, Khofifah menilai Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional sebagai langkah strategis negara dalam membangun fondasi jangka panjang. Program ini tidak hanya berorientasi pada pelatihan teknis semata, tetapi juga menjadi bagian dari arsitektur kebijakan nasional untuk menciptakan ekosistem talenta digital yang berkelanjutan.
“Pengembangan talenta digital diarahkan untuk membekali generasi muda agar mampu bersaing dalam dunia yang semakin kompetitif dan terdigitalisasi. Kuncinya adalah penguatan kapasitas pendidik sebagai aktor utama transformasi pendidikan,” jelas Khofifah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyampaikan bahwa kegiatan Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di Indonesia. Menurutnya, hal tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat peran dunia pendidikan daerah dalam menyiapkan talenta digital masa depan.
Aries menegaskan, melalui pengelolaan talenta yang terarah sejak dini, peserta didik Jawa Timur akan memiliki peluang dan kesempatan kerja yang lebih luas, selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri yang terus berkembang seiring kemajuan teknologi.
“Dengan pengelolaan talenta yang terarah sejak pendidikan, peluang dan kesempatan kerja bagi peserta didik Jawa Timur akan semakin terbuka luas sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap sinergi antara dunia pendidikan, industri, dan pemerintah pusat dapat terus diperkuat, sehingga Jawa Timur mampu menjadi motor penggerak lahirnya generasi talenta digital unggul yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global.
(Red)















