Pati |Nusantara Jaya News – Suasana khidmat menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pati saat kegiatan Penutupan Pesantren Ramadhan 1447 H bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) digelar pada Jumat (6/3) sore. Lantunan ayat suci Al-Qur’an mengawali penutupan kegiatan Pesantren Ramadhan 1447 H bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Pati. Kegiatan yang berlangsung dengan khidmat tersebut dihadiri oleh Kepala Lapas Kelas IIB Pati, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati, penyuluh Agama Islam Kemenag Pati, jajaran pejabat struktural dan pegawai Lapas, serta para warga binaan peserta Pesantren Ramadhan.
Pesantren Ramadhan ini diikuti oleh 105 warga binaan dan berlangsung selama sepuluh hari, yang dimulai sejak 23 Februari 2026 sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian di Lapas Pati. Selama kegiatan, para peserta mendapatkan pembelajaran keagamaan yang meliputi tauhid, fiqh, akidah, serta akhlak guna memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Pada momen penutupan, Kepala Lapas Kelas IIB Pati secara resmi menutup rangkaian kegiatan sekaligus melakukan pelepasan kartu peserta secara simbolis bersama Kepala Kemenag Kabupaten Pati. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiah dari Kepala Kemenag Kabupaten Pati yang menyampaikan pesan-pesan keagamaan serta motivasi kepada para warga binaan agar terus memperbaiki diri dan menapaki kehidupan dengan semangat perubahan.
Melalui kegiatan ini diharapkan nilai-nilai spiritual yang telah dipelajari dapat menjadi bekal bagi warga binaan dalam menjalani proses pembinaan serta mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. Kepala Lapas Kelas IIB Pati, Suprihadi menyampaikan bahwa Pesantren Ramadhan merupakan sarana penting dalam membangun kesadaran beragama dan pembentukan karakter warga binaan. “Pesantren Ramadhan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan kepribadian agar para warga binaan memiliki bekal spiritual yang kuat, sehingga mampu melakukan perubahan diri dan kelak kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
(Thom)
















