banner 1000x130

Lamsiang Sitompul SH MH : Doa Kapolrestabes Medan Jadi Penyejuk di Tengah Demo

banner 2500x130

Medan |Nusantara Jaya News — Ketua Umum DPP Horas Bangso Batak, Lamsiang Sitompul SH MH, menilai langkah Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H. yang memimpin doa saat aksi demonstrasi Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi di Kantor Wali Kota Medan, Kamis (26/2/2026) lalu, merupakan langkah yang tepat untuk meredakan situasi yang sempat memanas.

 

banner 1000x130

Menurut Lamsiang, saat itu kondisi di lapangan sudah cukup tegang karena belum adanya titik temu antara massa pendemo dengan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas terkait tuntutan penolakan Surat Edaran Wali Kota Medan Nomor 500.7.1/1540 yang menjadi polemik.

 

Ia mengatakan, pada saat aksi berlangsung, para pendemo bersikeras meminta agar surat edaran tersebut segera dicabut, sementara pihak pemerintah kota dinilai masih mempertahankan kebijakan tersebut. Kondisi ini membuat suasana semakin panas dan berpotensi memicu hal-hal yang tidak diinginkan.

 

“Situasi saat itu sudah sangat tegang. Massa meminta surat edaran segera dicabut, sementara pemerintah kota masih mempertahankan kebijakan itu. Dalam kondisi seperti itu tentu diperlukan langkah yang bisa menenangkan suasana,” ujar Lamsiang.

 

Ia menilai keputusan Kapolrestabes Medan untuk memimpin doa di tengah situasi tersebut justru menjadi langkah yang tepat. Menurutnya, pendekatan itu mampu menurunkan tensi emosi para pendemo sehingga suasana yang semula panas perlahan menjadi lebih kondusif.

 

“Dengan adanya doa yang dipimpin Kapolrestabes, suasana yang tadinya panas menjadi lebih sejuk. Pendemo yang tadinya sudah emosi menjadi lebih tenang. Secara psikologis juga, ketika suasana dibuat lebih khidmat, orang tentu akan berpikir dua kali untuk melakukan tindakan anarkis,” katanya.

 

Lamsiang menegaskan bahwa langkah tersebut tidak perlu diperdebatkan secara berlebihan. Menurutnya, pendekatan yang humanis seperti itu justru sering dilakukan aparat kepolisian untuk menjaga situasi tetap kondusif saat menghadapi aksi demonstrasi.

 

Ia mencontohkan beberapa waktu lalu ketika aparat kepolisian menyambut pendemo BEM UI di Mabes Polri dengan pendekatan yang menyejukkan, seperti mengenakan kopiah, sorban, bahkan ada yang memakai hijab.

 

“Pendekatan seperti itu tujuannya jelas, yaitu menciptakan suasana yang lebih damai dan tidak memancing emosi massa. Jadi menurut saya apa yang dilakukan Kapolrestabes Medan sudah tepat,” jelasnya.

 

Di sisi lain, Lamsiang juga meminta Kapolda Sumatera Utara dan Kapolrestabes Medan untuk menindak tegas pihak-pihak yang diduga melakukan provokasi serta menyebarkan ujaran kebencian di media sosial terkait polemik tersebut.

 

Ia menilai belakangan ini banyak narasi provokatif yang beredar di media sosial, bahkan ada yang mengandung unsur SARA, ajakan konflik, hingga upaya menjelek-jelekkan agama tertentu.

 

“Saya meminta Kapolda Sumut dan Kapolrestabes Medan agar menindak tegas oknum-oknum yang melakukan provokasi, baik atas nama pribadi maupun organisasi. Di media sosial banyak sekali narasi yang memecah belah, bahkan ada yang mengajak perang dan menjelek-jelekkan agama tertentu,” tegasnya.

 

Menurutnya, narasi-narasi seperti itu sangat meresahkan masyarakat dan berpotensi memperkeruh keadaan jika tidak segera ditindak.

 

“Jangan sampai ada sekelompok orang yang terus membuat narasi provokatif dan menggiring isu ke mana-mana. Kalau dibiarkan, ini bisa memicu gejolak yang lebih besar di tengah masyarakat. Karena itu saya berharap aparat kepolisian bertindak tegas terhadap para provokator agar situasi tetap kondusif,” pungkasnya.

 

(IHB)

banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130