MOJOKERTO |Nusantara Jaya News – Peristiwa kecelakaan lalu lintas, kembali terjadi di wilayah utara Jembatan Lespadangan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, pada Sabtu dini hari (7/3/2026) tadi.
Kecelakaan tunggal tersebut melibatkan seorang pengendara sepeda motor yang menabrak barier (pembatas di tengah jalan), yang diduga dipicu oleh dua faktor utama, yakni kerusakan lampu penerangan jalan umum (PJU) dan kondisi pengendara yang sedang mengantuk.
Insiden terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Saksi mata sekaligus warga setempat, menceritakan bahwa ia sedang duduk di tempat yang menghadap ke jalan ketika tiba-tiba mendengar suara benturan keras.
Tak lama kemudian, ia melihat petugas dari Polsek Gedeg yang sedang piket patroli di wilayah tersebut sudah berada di lokasi dan memberikan bantuan kepada korban.
“Saat di lokasi, terlihat pengendara motor tergeletak di dekat kendaraannya. Barier pembatas jalan, juga terlihat bergeser akibat benturan. Petugas Polsek Gedeg yang berada tak jauh dari lokasi, segera memberikan pertolongan kepada korban dan mengarahkannya untuk menepi sementara, guna menghindari gangguan lalu lintas tambahan,” ungkapnya.
Menurut keterangan saksi, diduga kuat bahwa kerusakan lampu PJU menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan ini. Beberapa lampu di area tersebut, bahkan telah lama tidak berfungsi atau mati total, sehingga jalan menjadi kurang pencahayaan pada malam hari.
“Kondisi seperti ini, ditengarai membuat pengendara motor kemungkinan besar tidak dapat melihat barier pembatas jalan dengan jelas, sehingga tidak sempat melakukan pengereman ataupun menghindar,” terang saksi.
Selain faktor kondisi jalan yang kurang penerangan, pengendara motor juga terindikasi sedang dalam kondisi mengantuk saat mengemudi. Hal ini didasarkan pada keterangan saksi yang menceritakan kondisi korban saat ditemukan terlihat sangat lelah dan mengantuk.
“Sepertinya korban dalam kondisi mengantuk. Ini juga sangat berbahaya karena dapat menurunkan konsentrasi dan reaksi pengendara terhadap situasi di jalan raya,’ lontarnya.
Saksi menambahkan bahwa dirinya sendiri juga sering merasa kesulitan ketika melihat pembatas jalan dengan jelas akibat kurangnya penerangan di area tersebut.
“Kondisi ini tentu sangat membahayakan para pengendara yang melintas, terutama pada jam-jam tertentu di malam hari,” sergahnya.
Menurutnya dengan adanya insiden tersebut, warga kembali menyoroti pentingnya perawatan dan pemeliharaan fasilitas umum, terutama lampu penerangan jalan umum.
“Sebab PJU yang berfungsi dengan baik, sangat penting untuk menjaga keamanan dan keselamatan lalu lintas pada malam hari. Kerusakan yang dibiarkan secara berlarut-larut ini, dapat menimbulkan resiko kecelakaan yang serius bagi para pengendara lainnya,” beberapa saksi.
Untuk itu, dinas terkait di Kabupaten Mojokerto diharapkan dapat memberikan perhatian yang lebih besar terhadap masalah ini.
“Perbaikan lampu PJU di Utara Jembatan Lespadangan dan wilayah sekitarnya harus segera dilakukan agar tidak terjadi lagi insiden kecelakaan yang serupa,” tuturnya.
Selain itu, pihaknya menghimbau agar para pengendara untuk selalu menjaga kondisi fisik dan tidak mengemudi jika sedang mengantuk atau lelah.
“Keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama, dan setiap langkah yang diambil untuk meningkatkan keamanan sangat berarti bagi kesejahteraan masyarakat,’ pungkasnya.
Publik pun berharap dengan adanya perhatian dan tindakan yang cepat dari pihak terkait, kondisi lampu jalan di wilayah tersebut dapat segera diperbaiki dan menjadi lebih aman bagi semua pengendara yang melintas.
Pewarta: Widodo
















