DAIRI |Nusantara Jaya News – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-51 Tingkat Kabupaten Dairi Tahun 2026 akan dilaksanakan selama dua hari, mulai tanggal 12 hingga 13 Mei 2026, yang dipusatkan di Desa Bintang Mersada.
Ketua Panitia MTQ ke-51 Kabupaten Dairi, Selamat Bahagia Maha, menyampaikan bahwa pelaksanaan MTQ tahun ini mengangkat tema “Semangat Kolaborasi Mewujudkan Generasi Qur’ani untuk Dairi yang Beriman, Berilmu dan Berakhlak Mulia.”
Menurutnya, tema tersebut menjadi refleksi penting bahwa di tengah berbagai keterbatasan, semangat kolaborasi merupakan strategi terbaik dalam mewujudkan pembangunan generasi menuju Indonesia Emas.
“MTQ ini bukan sekadar ajang perlombaan keagamaan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat nilai kebersamaan, persaudaraan, dan penanaman karakter Qur’ani di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Dairi,” ujarnya.
Adapun cabang perlombaan yang akan dipertandingkan meliputi Tartil, Tilawah Anak, Tilawah Remaja, Tilawah Dewasa, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, Karya Tulis Ilmiah Qur’an, serta Tahfidz Qur’an. Setiap cabang lomba akan diikuti oleh peserta putra dan putri.
Pelaksanaan MTQ ke-51 ini diikuti oleh 17 kafilah yang terdiri dari 15 kecamatan serta 2 kafilah khusus. Selain itu, perlombaan juga dapat diikuti oleh peserta siswa dari sekolah di luar 17 kafilah tersebut.
Sebelum acara pembukaan dimulai, ruas jalan di depan Kantor Bupati Dairi diperkirakan akan dipadati ribuan peserta yang mengikuti pawai ta’aruf sebagai bagian dari rangkaian kegiatan MTQ.
Panitia berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif tidak hanya bagi umat Islam, tetapi juga bagi masyarakat luas, khususnya dalam memperkuat semangat persatuan dan kolaborasi sosial di Kabupaten Dairi.
Di akhir penyampaiannya, Ketua Panitia mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Dairi untuk turut hadir dan menyukseskan pelaksanaan MTQ ke-51 tersebut.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Dairi untuk bersama-sama hadir, mendukung, dan menyukseskan MTQ ke-51 Tingkat Kabupaten Dairi Tahun 2026 ini sebagai ruang syiar Islam, penguatan nilai kebersamaan, serta upaya membangun generasi Qur’ani yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia,” tutupnya. (AMK)













