Badung – Nusantarajayanews.id | Di balik meja, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kabupaten Badung, Dr. I Ketut Gede Artha, AP, S.H.,M.Si. bukan tipikal birokrat yang mengejar jabatan. Pria asal Desa Bading Kayu, Kecamatan Pekutatan Kabupaten Jembrana (perbatasan Tabanan-Jembrana), ini justru punya mimpi sederhana yaitu bermanfaat bagi orang lain.
“Ada kebahagiaan tersendiri kalau kita bisa bermanfaat bagi orang lain. Dimanapun saya diberikan tanggung jawab, sebesar-besarnya saya bisa bermanfaat,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya di Kantor Diskominfo Badung, Senin (11/5/2026).
Lahir dari keluarga petani, Gede Artha kecil dididik orang tuanya dengan satu pesan yang hingga kini masih Ia pegang yaitu sekolah setinggi-tingginya. Pesan tersebut akhirnya Ia buktikan dengan mengantongi dua gelar S1, AP dari IPDN dan Sarjana Hukum dari Unud, lalu S2 di Unud. Semua ditempuhnya sambil bekerja.
“Saya bekerja sambil sekolah. Bukan sekolah sambil bekerja. Karena saya banyak tidak tahu, makanya saya banyak belajar. Bukan gelarnya yang dikejar,” tuturnya.
Sebelum duduk di Diskominfo, karir Gede Artha justru dihabiskan di lapangan. Ia pernah menjadi lurah empat kali yaitu di Kapal, Kerobokan Kelod, Benoa, dan Nusa Dua. Ia juga pernah menjabat sebagai camat di beberapa kecamatan seperti Petang, Kuta, dan Kuta Selatan.
“Basic saya memang di wilayah. Jadi tahu persis denyut nadi masyarakat. Itu yang saya bawa ke Kominfo,” katanya.
Sejak dilantik dan memimpin Diskominfo Badung, pada tanggal 4 Mei 2026 lalu, ada tiga hal yang Ia tekankan. Pertama, integritas perangkat daerah. Kedua, pelayanan. Dan ketiga, inovasi berdampak dan berkelanjutan.
“Tugas kita salah satunya pelayanan di bidang teknologi, informasi, dan komunikasi digital. Kita harus beri yang terbaik.Yang sudah bagus lanjutkan. Tapi kita juga harus dekat dengan inovasi. Bangun teamwork dan budaya kerja yang utuh agar bisa kontribusi nyata buat Badung.”tegasnya.
Ia juga mengajak media untuk ikut berkontribusi dan bisa membantu pelayanan berdampak ini. Tak lupa, Ia berpesan kepada generasi muda maupun ASN, untuk tidak berhenti belajar.
Di tengah gempuran digitalisasi, Gede Artha ingin Kominfo Badung tak hanya canggih, tapi juga berintegritas dan melayani. Dari anak petani di Bading Kayu, kini ia membuktikan, jabatan boleh tinggi, tapi kaki harus tetap napak di tanah.(tik)













