Badung– Nusantarajayanews.id | Pembentukan Indonesia Wellness and Beauty Entrepreneur Association (IWBEA) resmi diumumkan pada pembukaan Bali Wellness and Beauty (BWB) Expo 2026, Jumat (5/6/2026) di The Meru Sanur Bali.
Deklarasi ditandai penandatanganan kesepakatan bersama oleh Co-Founder BWB, Kementerian UMKM, dan pemangku kebijakan, disaksikan Wakil Menteri Pariwisata.
IWBEA hadir sebagai wadah kolaborasi nasional bagi para pelaku usaha, profesional, akademisi, dan pemangku kepentingan di sektor wellness dan kecantikan. Visi utamanya menjadikan Indonesia sebagai pusat usaha wellness dan kecantikan yang berdaya saing global, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
dr. Diah Permana Tirtawati, Ketua Panitia sekaligus Co-Founder BWB Bali, menyebut IWBEA sebagai tindak lanjut semangat kolaborasi yang terbangun selama BWB Expo.
“Dengan kekayaan alam, kearifan budaya, tradisi kesehatan, serta jutaan pelaku UMKM kreatif dan inovatif, Indonesia memiliki fondasi untuk membangun sektor ekonomi wellness yang berdaya saing global. IWBEA hadir untuk menggerakkan visi tersebut bersama pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat,” ujar dr. Diah.
Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa dalam sambutannya mendukung penuh pembentukan IWBEA. Kemenpar memandang wellness dan business event sebagai dua sektor strategis yang saling menguatkan dalam mewujudkan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.
“Di tengah tantangan global, ini momentum paling tepat memperkuat kerja sama lintas sektor dan lintas negara. IWBEA akan jadi penggerak terwujudnya Indonesia sebagai rumah bagi praktik wellness yang mendorong gaya hidup sehat, keseimbangan, dan keberlanjutan,” tegas Ni Luh Puspa.
Pembentukan IWBEA bertepatan dengan tren pertumbuhan industri wellness global yang diproyeksi mencapai USD 9,8 triliun pada 2029 dengan CAGR 7,6% per tahun, menurut Global Wellness Institute. Pasar wellness tourism global juga diproyeksi tumbuh 10% per tahun hingga 2029.
Di Indonesia, segmen wellness menjadi salah satu yang tumbuh paling cepat pasca pandemi. Data Kemenpar mencatat 4,68 juta wisatawan mancanegara Jan-Apr 2026, naik 8% YoY. Perubahan perilaku wisatawan yang kini mencari “makna” dan pengalaman berdampak pada kesehatan fisik, mental, emosional, sosial, dan spiritual jadi pendorong utama.
Dengan dukungan kebijakan visioner Kemenpar dan KemenUMKM, IWBEA diharapkan memperkuat ekosistem wellness Indonesia yang terintegrasi: dari hulu UMKM lokal, riset akademisi, layanan profesional, hingga promosi destinasi wellness kelas dunia seperti Sanur yang diproyeksikan jadi pusat beauty & wellness tourism nasional.
Indonesia Wellness and Beauty Entrepreneur Association adalah asosiasi nasional yang mewadahi kolaborasi pelaku industri wellness dan beauty. Fokus kerja IWBEA: penguatan kapasitas UMKM, pengembangan standar layanan, riset & inovasi, serta promosi Indonesia sebagai destinasi dan eksportir produk-layanan wellness ke pasar global.(tik)













