Badung — Nusantarajayanews.id | Menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan, Desa Adat Penyarikan berkolaborasi dengan Koperasi Ngardi Rahayu, Perumda Pasar Mangun Girisedana Badung, dan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bali menggelar penyerahan Paket Sembako Bersubsidi dan pembagian daging babi di Bale Banjar Adat Penyarikan, Bualu, Nusa Dua, Badung, Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan ini dihadiri Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Badung, Direktur Perumda Mangun Girisedana Badung, Direktur PT Satria Bakti Rahayu, General Manager Koperasi Ngardi Rahayu I Putu Candra Satryastina, Kelian Adat dan Prajuru Desa Adat Penyarikan, serta perwakilan BI Provinsi Bali.
Sebanyak 500 paket sembako dan 1000 paket daging babi disalurkan untuk krama Banjar Penyarikan guna meringankan beban warga di hari raya besar keagamaan.
Kelian Adat Banjar Penyarikan I Made Nuryana menyampaikan rangkaian kegiatan ini mengusung konsep Menyama Braya dan menjaga keseimbangan.
ia menjelaskan, kegiatan ini dimulai 6 Juni 2026 dengan Pasar Kaget, dilanjut Pasar Murah dengan menjual piranti dan perlengkapan banten. dan Puncaknya 13 Juni 2026 dengan dua agenda yaitu pembagian 500 paket sembako murah bersubsidi yang didukung pengusaha lokal, Perumda Mangun Girisedana, dan BI Bali; serta 1000 paket daging babi dari Koperasi Ngardi Rahayu.
“Pada dasarnya acara ini konsepnya berbagi dari yang mampu membantu yang kurang mampu untuk warga Banjar Penyarikan,” ujar I Made Nuryana
General Manager Koperasi Ngardi Rahayu I Putu Candra Satryastina menegaskan, 1000 paket daging babi adalah dana pembinaan daerah kerja atau CSR koperasi. Paket dibagi ke 500 warga Banjar Penyarikan dan 500 anggota koperasi dengan tingkat partisipasi terbesar tahun buku 2025.
“Ini bukti nyata anggota tidak hanya dapat SHU, tapi juga benefit lain lewat sistem poin di luar SKU,” tegas Putu Candra.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengapresiasi inovasi Banjar Penyarikan. Ia menyebut kegiatan ini menginspirasi Pemkab Badung untuk menerapkannya di seluruh banjar.
“Ini sudah luar biasa sekali dan memberikan inspirasi buat saya di tingkat kabupaten untuk melakukan hal yang sama ke seluruh banjar di Badung,” ungkapnya.
Bupati menegaskan meski Pemkab sudah memberikan bantuan uang hari raya untuk menjaga daya beli dan UMKM, namun itu belum lah cukup. Ia memerintahkan Kadis Koperasi dan Dirut Perumda Pasar Mangun Girisedana merumuskan pola serupa untuk semua banjar di Badung sebagai inovasi pengendalian inflasi berbasis kearifan lokal.
Direktur Utama Perumda Pasar Mangun Girisedana, Kompyang Gede Pasek Wedha menyampaikan, Perumda menjalankan arahan Bupati untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok jelang Galungan-Kuningan.
“Kami senang berkolaborasi dengan BI dan wadah perekonomian desa seperti koperasi, BUMDes, atau BUPDA. Perumda bergerak di hulu-hilir. Di hilir kami marketkan produk UMKM binaan desa. Di hulu kami penuhi kebutuhan daerah lewat off-taker,” jelas Kompyang Wedha.
Ia berharap sinergi ini menggalakkan fungsi hulu-hilir Perumda di bidang pangan dan pasar, sehingga ke depan Badung bisa membangun ketahanan pangan yang berdaulat lewat kolaborasi ekonomi desa.
Sebelum Penyerahan Sembako dan daging babi gratis untuk seluruh krama Adat Banjar Penyarikan dilaksanakan, terlebih dahulu dikasanakan penyerahan apresiasi bagi para pengusaha Banjar Pwnyarikan atas dedikasinya dalam membantu ketahanan pangan ekonomi desa. (tik)















