Tabanan |Nusantara Jaya News – Nusantarajayanews.id | Tarian Barong di DTW Ulun Danu Beratan kembali memukau pengunjung, Kamis (2/7/2026). Bukan hanya karena gerakannya, tetapi juga karena interaksi langsung antara penari dan wisatawan.
Salah satunya dialami Raditya. Mahasiswa jurusan Pendidikan Tari Universitas Lampung itu tiba-tiba ditarik ke panggung untuk memerankan karakter monyet.
“Kami sebagai pecinta tari sangat excited dan bersemangat. Tadi waktu dipilih menari kita harus totalitas juga sebenarnya,” kata Raditya.
Baginya, pengalaman itu seru sekaligus menantang. Ia mengatakan, bahwa seni itu sulit, dan kesenian yang ada di Bali ini sungguh luar biasa dan harus dijaga.
Penampilan Barong memang menjadi program rutin di destinasi ikonik Bedugul itu. Pengelola DTW Ulun Danu Beratan, Agus Teja Saputra, menyebut agenda ini digelar dua kali setahun.
“Di bulan Juli Agustus itu parade Gebogan dan Desember itu tari Bali Tabuh Tegak,” kata Agus.
Selain tarian, pengelola juga mengenalkan tradisi Gebogan. Agenda Juni-Agustus ini sengaja dibuat untuk menyambut libur sekolah. Dampaknya terasa, rata-rata kunjungan naik menjadi 1.200 orang per hari dan wisatawan lebih lama bertahan untuk menunggu jadwal pentas.
“Kalau biasanya mungkin hanya melihat suasana kemudian pergi, tapi dengan adanya pertunjukan mereka menunggu,” jelas Agus.
Barong sendiri merupakan makhluk mitologi yang melambangkan dharma atau kebenaran. Cerita yang dibawakan dipadukan dengan koreografi atraktif.(tik)
















