Denpasar, 21 Juli 2026* – Keandalan pasokan listrik tidak hanya ditentukan oleh kesiapan teknologi dan personel operasional, tetapi juga sistem pengamanan yang mampu melindungi infrastruktur ketenagalistrikan dari berbagai potensi gangguan. Karena itu, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Bali terus memperkuat sistem pengamanan objek vital nasional melalui supervisi Direktorat Pengamanan Objek Vital (Pamobvit) Korps Samapta Bhayangkara (Korsabhara) Polri.
Sebagai unit yang mengendalikan dan memantau operasi jaringan distribusi listrik di Bali, PLN UP2D Bali memiliki peran penting dalam menjaga kontinuitas pasokan listrik bagi masyarakat, pelayanan publik, sektor pariwisata, hingga aktivitas perekonomian. Penguatan sistem pengamanan menjadi salah satu langkah untuk memastikan infrastruktur ketenagalistrikan tetap terlindungi sehingga pelayanan kepada pelanggan dapat berlangsung secara aman dan andal.
Dalam supervisi tersebut, tim Pamobvit melakukan evaluasi terhadap sistem pengamanan fisik, pengendalian akses, kesiapan personel keamanan, prosedur penanganan keadaan darurat, serta koordinasi pengamanan. Tim juga memberikan sejumlah rekomendasi untuk semakin memperkuat sistem pengamanan objek vital nasional.
IPDA I Wayan Sumawan, selaku Paur Subdit Waster Direktorat Pengamanan Objek Vital Nasional (Pamobvit) yang memimpin kegiatan supervisi, mengatakan bahwa pengamanan objek vital nasional merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan pelayanan publik dan stabilitas perekonomian.
“Objek vital nasional memiliki peran yang sangat strategis sehingga pengamanannya tidak hanya berfokus pada perlindungan fisik, tetapi juga kesiapan prosedur, kompetensi personel, serta sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.”
Menurutnya, supervisi tersebut bertujuan memastikan sistem pengamanan telah berjalan sesuai standar sekaligus memberikan ruang untuk penyempurnaan secara berkelanjutan.
“Melalui supervisi ini kami ingin memastikan sistem pengamanan di PLN UP2D Bali telah berjalan sesuai standar sekaligus memberikan rekomendasi untuk peningkatan secara berkelanjutan agar pelayanan kelistrikan kepada masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.
Manager PLN UP2D Bali, Petrus Irwan Ichwansaputra, menyampaikan bahwa pengamanan infrastruktur ketenagalistrikan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya PLN dalam menjaga keandalan pelayanan kepada pelanggan.
“Bagi PLN, pengamanan objek vital nasional bukan sekadar memenuhi standar keamanan, tetapi merupakan investasi untuk menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.”
Petrus mengatakan, supervisi bersama Pamobvit memberikan berbagai masukan bagi PLN untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan personel, memperkuat prosedur pengamanan, serta mengoptimalkan perlindungan terhadap infrastruktur strategis ketenagalistrikan.
“Melalui supervisi bersama Pamobvitnas, kami memperoleh berbagai masukan untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan personel, memperkuat prosedur pengamanan, serta mengoptimalkan perlindungan terhadap infrastruktur strategis PLN. Sinergi ini menjadi langkah penting agar masyarakat dapat terus menikmati layanan listrik yang aman, andal, dan berkelanjutan,” kata Petrus.
Menurut Petrus, PLN secara berkelanjutan terus memperkuat sistem pengamanan melalui penyempurnaan standar operasional, pemanfaatan teknologi keamanan, peningkatan kompetensi personel, serta penguatan koordinasi dengan aparat keamanan dan para pemangku kepentingan.
Penguatan pengamanan tersebut juga menjadi bagian dari implementasi prinsip _Environmental, Social, and Governance_ (ESG), khususnya aspek _Governance_, melalui penguatan tata kelola, manajemen risiko, serta kolaborasi dengan aparat keamanan untuk melindungi infrastruktur strategis ketenagalistrikan.
Melalui sinergi antara PLN dan Pamobvit, sistem pengamanan objek vital nasional diharapkan semakin kuat sehingga keandalan pasokan listrik di Bali tetap terjaga. Dengan infrastruktur yang aman dan terlindungi, PLN optimistis dapat terus menghadirkan layanan kelistrikan yang andal guna mendukung aktivitas masyarakat, pelayanan publik, sektor pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi di Pulau Dewata.(Red)
















