Dompu.NTB//Nusantara Jaya News – Potret hitam permadani dunia pendidikan di Dompu kembali tercoreng oleh keganasan oknum guru SDN Nomor 21 Dompu berinisial D yang tega memukul siswa hingga orang tua korban mengambil langkah hukum untuk melaporkan kasus tersebut ke Polres Dompu, Rabu ( 29/4/26 ) sekitar pukul 14.00 Wita.
Kisah pilu yang di alami korban inisial AL ini mengundang perhatian yang sangat serius dari masyarakat di Kabupaten Dompu. Sebagai tenaga pendidik seyokyanya mengajarkan terdidiknya dari cara yang tidak bisa menjadi bisa, dari bodoh menjadi pintar dan dari hal yang tidak tau menjadi tau serta dari kebiasan malas menjadi rajin, maupun dari cara yang keras menjadi humainis, seperti lajimnya antara orang tua dengan anaknya yang selalu dekat dan menjaga, mendidik dan mengayomi dalam keadaan apapun.tetapi bukan dengan cara kekerasan sebagaimana yang di lakukan oknum guru inisial D memukul muridnya dengan menggunakan penggaris besi.
Tak hanya sampai memukul saja namun oknum ibu guru inisial D menghukum korban AL dengan menyekap di dalam kelas dan mencaci maki dengan kata-kata yang tak pantas di keluarkan dari seorang pendidik, tutur AL via ibunya.
Ironinya,pada saat kejadian yang menimpa korban AL tersebut, pihak Kepala sekolah yang bersangkutan tidak ada di tempat, sedangkan sejumlah guru yang lain tau dan melihat kegaraman sang ibu guru inisial D terhadap siswa inisial AL.
Lebih lanjut Keterangan ibu kandung korban menyebutkan, anak saya di perlakukan tidak manusiawi oleh ibu guru tersebut, memukul pakai penggaris besi, menyekap dan memaki-maki anak saya dengan kata yang kotor di hadapan siswa lain, mengakibatkan kening matanya membiru dan membengkak.
“Secara fisik kesehatan anak saya bisa di obati tapi secara phiskis mentalnya tertanam trauma yang panjam yang mengakibatkan masa depan anaknya suram dan tidak mau sekolah lagi. ucapnya dengan nada sedih.
Masih kata ibunya, pasca kejadian itu terjdi saya berusaha menemui Kepala Sekolah SDN Nomor 21 Dompu di rumahnya, untuk melaporkan terhadap tindakan yang di lakukan oleh oknum ibu guru kepada anaknya, namun yang bersangkutan tidak ada di tempat.
Sementara oknum ibu guru tersebut setelah kejadian terjadi tidak pernah datang ke rumah kami, sampai kasus ini di laporkan ke pihak Kepolisian resor Dompu. Hal ini menunjukan bahwa oknum ibu guru atau pihak sekolah tidak ada niat baik untuk menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan, ujar ibu korban dengan kesal.
Merasa tidak terima atas perbuatan oknum guru terhadap anaknya maka pihak keluarga korban melaporkan secara resmi kasus ini ke unit PPA Satreskrim Polres Dompu untuk di proses lebih lanjut sesuai prosudur hukum yang berlaku, harap keluarga korban.
Terkait laporan tersebut, Kasi Humas Polres Dompu Iptu Nyoman Suardika menjelaskan, bahwa benar keluarga korban mengadukan laporan itu ke SPKT Polres Dompu dan laporan tersebut akan segera di tindak lanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku. Untuk itu ia himbau kepada keluarga korban untuk bersabar dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum. Pastikan Polisi menangani kasus ini secara transparan dan profesional sesuai norma hukum yang berlaku, pungkasnya. Jurnalis, Ddo.














