Denpasar – Nusantarajayanews.id | Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan terima kasih kepada wisatawan asing yang telah membayar Pungutan Wisatawan Asing (PWA) sebesar Rp150.000. Apresiasi itu disampaikan melalui video dan konten grafis yang diluncurkan di Gedung Kertha Sabha, Sabtu 16 Mei 2026.
Menurut Koster, kebijakan PWA yang mulai berlaku 14 Februari 2024 sudah menunjukkan hasil signifikan. Pada 2024, sebanyak 2,1 juta wisatawan asing membayar pungutan ini dengan total kontribusi Rp318 miliar. Angka itu setara 32% dari 6,3 juta kunjungan wisman tahun tersebut.
“Trennya meningkat di 2025. Setelah revisi Perda dan Pergub serta pelibatan pelaku pariwisata, jumlah pembayar PWA naik menjadi 2,4 juta orang atau 34% dari total 7 juta kunjungan. Total dana yang masuk Rp369 miliar,” jelas Koster.
Ia menekankan, 96% pembayaran dilakukan sebelum wisatawan berangkat ke Bali. Sistemnya 100% online tanpa transaksi tunai sehingga meminimalisir potensi penyelewengan.
“Dana langsung masuk ke rekening Pemprov Bali di BPD, lalu disalurkan ke kas daerah. Semua digunakan untuk pelestarian budaya, perlindungan lingkungan, dan infrastruktur pariwisata,” tegasnya.
Koster menambahkan, penggunaan dana PWA sudah diaudit BPK RI dan mendapat rekomendasi dari Kejaksaan Agung melalui Jamintel untuk dioptimalkan.
“Kami sudah MoU dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Mereka mendukung dan akan memfasilitasi sesuai aturan. Ini kebijakan baru, satu-satunya di Indonesia, dan kami ingin memaksimalkannya,” ujarnya.
Untuk memperkuat sosialisasi, Pemprov Bali meluncurkan kampanye apresiasi bersama Kementerian Pariwisata dan Ditjen Imigrasi. Materi kampanye akan disebar melalui kanal digital pemerintah, media massa, maskapai internasional, serta OTA seperti http://Trip.com, http://Tiket.com, Traveloka, Agoda, dan http://Booking.com. Pemprov juga akan bertemu 34 perwakilan negara sahabat pada 21 Mei 2026.
“Walaupun belum optimal, PWA adalah terobosan besar. Dari tidak ada menjadi ada, dan kini menjadi sumber PAD baru bagi Bali. Mari kita kawal bersama agar pariwisata Bali tetap berkualitas dan berkelanjutan,” pungkas Koster.(tik)













