banner 1000x130

Lestarikan Tanaman Lokal Bali di Hari Tumpek Uduh, Besakih Tanam Tumbuhan Usadha

banner 2500x130 banner 1000x130

Karangasem – Nusantarajayanews.id | Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih menginisiasi kegiatan simbolis penanaman tumbuhan Usadha dan Puspa Dewata di areal Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih, Sabtu (23/5/2026).

Kegiatan ini digelar bertepatan dengan hari suci Tumpek Uduh atau Tumpek Pengatag, yang dalam tradisi Bali dimaknai sebagai momentum penghormatan terhadap tumbuh-tumbuhan.

banner 1000x130

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum soft-launching Program Taman Usadha dan Puspa Dewata Besakih. Program ini diarahkan sebagai upaya pelestarian tanaman upakara, tanaman obat, serta tanaman lokal Bali yang memiliki nilai spiritual, budaya, kesehatan, dan ekologis.

Program ini juga selaras dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 29 Tahun 2020 tentang Pelestarian Tanaman Lokal Bali sebagai Taman Gumi Banten, Puspa Dewata, Usada, dan Penghijauan.

Melalui program tersebut, Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih berupaya memperkuat peran kawasan suci tidak hanya sebagai pusat kegiatan keagamaan, tetapi juga sebagai ruang konservasi dan edukasi lingkungan.

Kepala Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih, I Gusti Lanang Muliarta, mengatakan bahwa peluncuran Taman Usadha dan Puspa Dewata Besakih merupakan langkah nyata dalam menjaga warisan budaya dan kelestarian lingkungan di kawasan Besakih.

“Taman Usadha dan Puspa Dewata Besakih bukan hanya kegiatan penanaman, tetapi juga gerakan pelestarian nilai. Ini menjadi usaha kami di Badan Pengelola untuk menjaga tanaman lokal Bali sebagai bagian dari kehidupan spiritual, budaya, kesehatan, dan penghijauan,” ujarnya.

Ia menambahkan, program tersebut juga menjadi bagian dari penguatan konsep Wana Kerthi, yakni upaya menjaga kesucian dan keseimbangan kawasan melalui pelestarian tumbuhan, hutan, dan lingkungan.

Ada sebanyak 15 jenis tanaman usadha yang ditanam, seperti tanaman DapdapTis, Kayu Sugih, Kayu Manis, bokasi, tanaman merica, tanaman daun sirih. Konsep ini sejalan dengan nilai Tri Hita Karana, khususnya dalam menjaga harmoni hubungan manusia dengan alam.

Melalui penanaman tumbuhan Usadha dan Puspa Dewata, kawasan Pura Agung Besakih diharapkan dapat menjadi ruang pelestarian tanaman lokal yang bermanfaat bagi kebutuhan upakara, pengobatan tradisional, serta penghijauan kawasan suci.

Keberadaan taman ini juga diharapkan mampu menghadirkan kesejukan, udara segar, dan kenyamanan bagi pemedek maupun masyarakat yang beraktivitas di kawasan Besakih.

Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih turut mengajak pemerintah, masyarakat, desa adat, pemangku kepentingan, serta pihak swasta untuk berkolaborasi dalam menjaga keberlanjutan program tersebut.

Program Taman Usadha dan Puspa Dewata Besakih diharapkan menjadi salah satu langkah berkelanjutan dalam menjaga Pura Agung Besakih sebagai pusat spiritual, budaya, dan ekologi Bali yang tetap lestari bagi generasi mendatang.(red)

banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130