banner 1000x130

Polrestabes Surabaya Bongkar Kasus Penyekapan Kakek 85 Tahun Selama Setahun, Pelaku Ternyata Pacar Anak Korban

banner 2500x130 banner 1000x130

Surabaya |Nusantara Jaya News – Kasus penyekapan terhadap seorang lanjut usia berusia 85 tahun yang berlangsung selama kurang lebih satu tahun berhasil diungkap Satreskrim Polrestabes Surabaya. Ironisnya, pelaku utama dalam kasus tersebut merupakan perempuan yang selama ini dikenal dekat dengan keluarga korban karena menjalin hubungan asmara dengan anak korban.

Pengungkapan kasus mengejutkan tersebut disampaikan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol. Dr. Luthfie Sulistiawan, S.I.K., M.H., dalam konferensi pers pada Kamis (7/5/2026).

banner 1000x130

Kapolrestabes menjelaskan, korban merupakan seorang kakek berusia 85 tahun yang awalnya diajak bertemu oleh pacar anaknya di suatu lokasi karena hubungan mereka sudah sangat dekat layaknya keluarga sendiri.

“Pelaku ini adalah pacar anak korban. Awalnya hubungan mereka baik dan sangat dekat dengan keluarga, bahkan korban sendiri sudah mengenal tersangka dengan baik,” ujar Kombes Pol. Luthfie Sulistiawan.

Menurutnya, sebelum kejadian, hubungan asmara antara anak korban dan tersangka sempat mengalami pasang surut. Namun tersangka tetap membangun komunikasi baik dengan keluarga korban sehingga tidak menimbulkan kecurigaan.

Pada hari kejadian, korban datang memenuhi ajakan bertemu dari tersangka. Namun setibanya di lokasi, korban langsung disekap oleh dua pria yang diduga merupakan bagian dari komplotan pelaku.

Korban kemudian dibawa ke sebuah kamar apartemen di Surabaya dan dikurung tanpa alat komunikasi. Kepada korban, para pelaku menyampaikan bahwa salah satu anak korban memiliki utang dan harus segera diselesaikan.

“Korban dikurung di dalam kamar tanpa handphone dan tanpa akses komunikasi. Setiap hari hanya diberi makanan dan dipindah-pindahkan dari satu tempat ke tempat lainnya,” jelas Kapolrestabes.

Selama korban menghilang, anak korban yang merupakan pacar tersangka sempat beberapa kali menanyakan keberadaan ayahnya. Namun tersangka selalu memberikan jawaban meyakinkan bahwa korban sedang bepergian bersama ayah dari tersangka untuk menikmati masa tua dengan berkeliling Indonesia.

“Pelaku selalu mengatakan korban sedang jalan-jalan keliling Indonesia untuk menikmati hari tua. Karena tersangka selama ini dipercaya keluarga, jawaban itu sempat diyakini,” terang Kombes Luthfie.

Kecurigaan keluarga mulai muncul setelah korban tidak kunjung pulang selama berbulan-bulan. Awalnya keluarga masih percaya dengan alasan yang diberikan pelaku, namun setelah lebih dari tiga bulan tanpa kabar jelas, pihak keluarga mulai melakukan pencarian.

Situasi semakin mencurigakan ketika tersangka mendadak sulit dihubungi hingga akhirnya menghilang kontak sepenuhnya. Merasa ada yang tidak beres, keluarga kemudian melaporkan kasus tersebut ke Polrestabes Surabaya.

Berbekal laporan tersebut, penyidik Satreskrim Polrestabes Surabaya melakukan penyelidikan intensif hingga akhirnya berhasil menemukan korban di salah satu kamar di wilayah Surabaya dalam kondisi masih hidup.

Yang mengejutkan, selama hampir satu tahun disekap, korban sama sekali tidak mengetahui bahwa pacar anaknya merupakan dalang utama di balik penyekapan tersebut.

Kapolrestabes mengungkapkan, sejak awal pelaku membuat skenario seolah dirinya juga menjadi korban penyekapan. Korban dibuat percaya bahwa tersangka turut ditahan oleh para pelaku lain dan ditempatkan di ruangan berbeda.

“Korban memiliki persepsi bahwa dirinya dan tersangka sama-sama menjadi korban penyekapan,” katanya.

Bahkan saat polisi berhasil menyelamatkan korban, hal pertama yang disampaikan sang kakek kepada petugas adalah meminta agar tersangka juga ikut diselamatkan.

“Korban sampai mengatakan kepada penyidik, ‘tolong selamatkan juga pacar anak saya, dia juga disekap.’ Jadi korban benar-benar tidak tahu bahwa tersangka adalah pelaku utama,” ungkap Kombes Luthfie.

Selama berada dalam penyekapan, aktivitas korban sangat terbatas. Setiap hari korban hanya berada di dalam kamar, bangun tidur, makan, dan kembali berdiam diri tanpa mengetahui kondisi dunia luar.

Penyidik kini masih mendalami motif utama pelaku serta kemungkinan adanya tindak pidana lain yang berkaitan dengan kasus tersebut, termasuk dugaan pemerasan maupun penguasaan harta korban.

Polrestabes Surabaya juga telah mengamankan sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam aksi penyekapan tersebut dan terus melakukan pengembangan untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa.

Kapolrestabes Surabaya menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas para pelaku karena perbuatan tersebut termasuk tindakan tidak manusiawi terhadap seorang lanjut usia.

“Kami pastikan seluruh pelaku akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Kasus ini pun menjadi perhatian publik karena menunjukkan bagaimana pelaku memanfaatkan kedekatan emosional dan kepercayaan keluarga untuk menjalankan aksi kejahatan secara terencana dalam waktu yang sangat lama. (Red)

banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130