banner 1000x130

Sinau Bareng “Lawan Bahaya Narkoba untuk Selamatkan Anak Bangsa”, Satukan Polisi, Akademisi dan Media Perangi Narkotika

banner 2500x130 banner 1000x130

SURABAYA |Nusantara Jaya News — Upaya penyelamatan generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika terus digencarkan melalui berbagai pendekatan edukatif dan humanis. Salah satunya diwujudkan dalam kegiatan “Sinau Bareng Lawan Bahaya Narkoba Untuk Selamatkan Anak Bangsa” yang digelar pada Sabtu (16/5/2026) pukul 09.00 WIB di Rumah Makan Bu Aish, kawasan Taman Bungkul, Surabaya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kasat Narkoba KP3 AKP Adik Agus Putrawan, Ketua LRPPN Prof. Siswanto, serta Ketua Dewan Pakar PWI Pusat Dr. Dhimam Abror. Acara berlangsung penuh keakraban dengan mengedepankan dialog terbuka mengenai bahaya narkoba, pentingnya rehabilitasi, serta sinergi antara aparat penegak hukum, masyarakat, media, dan lembaga sosial dalam memerangi peredaran narkotika.

banner 1000x130

Dalam pemaparannya, AKP Adik Agus Putrawan menegaskan bahwa perang melawan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan tindakan represif semata, tetapi juga harus dibarengi dengan pembangunan sumber daya manusia melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

“Kami percaya bahwa pemberdayaan masyarakat melalui pembangunan sumber daya manusia, kreativitas, edukasi, dan kegiatan positif berbasis komunitas merupakan langkah penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa peran masyarakat memiliki posisi yang sangat penting dalam mendukung upaya pencegahan serta penanggulangan peredaran narkoba. Menurutnya, keterlibatan warga dalam menjaga lingkungan dan mendukung program pemerintah menjadi salah satu kunci keberhasilan perang terhadap narkotika.

“Dengan kerja sama yang baik antara aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, pemuda, media, dan seluruh elemen bangsa, kita tidak hanya mampu menekan peredaran narkoba, tetapi juga memberikan harapan baru bagi generasi muda dan masyarakat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik dan lebih bermartabat,” tegasnya.

AKP Adik Agus Putrawan juga menekankan pentingnya penguatan komunikasi antara kepolisian dan masyarakat dalam mendukung program P5TN/P4GN atau Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat secara aktif, terbuka, dan berimbang akan sangat membantu aparat dalam proses pencegahan hingga penanganan kasus narkoba di lingkungan sekitar.

“Kami berharap kegiatan ini mampu memperkuat komunikasi dan sinergitas antara kepolisian dengan masyarakat. Melalui kegiatan Sinau Bareng ini, kami ingin mengajak seluruh generasi muda dan masyarakat luas untuk bersama-sama menjaga kesehatan, menciptakan lingkungan yang aman, serta menjauhi segala bentuk penyalahgunaan narkotika,” lanjutnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada insan media yang selama ini terus mendukung kegiatan edukatif dan sosial dalam upaya memerangi narkoba di Indonesia.

“Kami dari Polri memiliki tugas tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan pendekatan edukatif, preventif, dan kemanusiaan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua LRPPN Prof. Siswanto dalam sesi diskusi banyak menyoroti pentingnya pendekatan rehabilitasi dan pemulihan psikologis bagi para korban penyalahgunaan narkoba. Ia menjelaskan bahwa pecandu narkoba tidak bisa hanya dipandang sebagai pelaku semata, tetapi juga membutuhkan pendampingan dan proses pemulihan yang serius.

Dalam paparannya, Prof. Siswanto menekankan bahwa rehabilitasi harus dilakukan secara tepat, terukur, dan tetap memperhatikan aspek privasi pasien. Ia juga mengingatkan pentingnya dukungan keluarga dalam proses pemulihan korban penyalahgunaan narkotika.

Menurutnya, kolaborasi antara LRPPN dan aparat kepolisian selama ini terus diperkuat untuk membantu masyarakat dalam memberikan edukasi sekaligus pendampingan terhadap korban penyalahgunaan narkoba.

Ia juga mengingatkan bahwa peredaran narkotika saat ini semakin mengkhawatirkan dan melibatkan jaringan besar. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diminta untuk tidak menutup mata terhadap ancaman narkoba yang dapat merusak masa depan generasi bangsa.

Di sisi lain, Ketua Dewan Pakar PWI Pusat Dr. Dhimam Abror menilai media memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran publik mengenai bahaya narkoba. Menurutnya, penyampaian informasi yang edukatif dan berimbang dapat membantu masyarakat memahami dampak serius penyalahgunaan narkotika.

Kegiatan Sinau Bareng tersebut berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab antara peserta dan narasumber. Sejumlah peserta tampak antusias membahas persoalan rehabilitasi, pencegahan di lingkungan keluarga, hingga tantangan aparat dalam memberantas jaringan narkotika.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan lahir kesadaran kolektif bahwa perang terhadap narkoba bukan hanya tugas aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa demi menyelamatkan masa depan anak-anak Indonesia.(Red)

banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130