Pekanbaru |Nusantara Jaya News – Ketua Forum Pemuda Pejuang Dunia Pendidikan (FPPDP) Provinsi Riau, P. Mahardika, M.Pd, menyatakan dukungan penuh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia serta memperkuat kesejahteraan masyarakat.(17/6)
Menurut Prawira Mahardika, M.Pd, Program Makan Bergizi Gratis memiliki urgensi yang sangat tinggi, terutama bagi peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu. Ia menilai masih banyak anak-anak yang berangkat ke sekolah tanpa sarapan atau tidak memiliki uang jajan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi selama proses belajar.
“Masih ada anak-anak yang datang ke sekolah dalam kondisi lapar atau dengan asupan gizi yang tidak memadai. Melalui Program Makan Bergizi Gratis, negara hadir untuk memastikan setiap anak mendapatkan hak yang sama untuk tumbuh sehat, belajar dengan baik, dan memiliki kesempatan yang setara untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Mahardika.
Ia menjelaskan bahwa MBG bukan sekadar program penyediaan makanan, melainkan juga instrumen penting dalam menciptakan kesetaraan sosial di lingkungan pendidikan.
“Program ini memiliki nilai keadilan sosial yang kuat. Anak-anak dari berbagai latar belakang ekonomi mendapatkan pelayanan yang sama. Tidak ada lagi perbedaan antara siswa yang membawa bekal lengkap dengan yang tidak memiliki uang jajan. Semua memperoleh hak yang sama untuk mendapatkan makanan bergizi,” katanya.
Selain memberikan manfaat bagi dunia pendidikan dan kesehatan, Mahardika menilai Program Makan Bergizi Gratis juga berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat karena mampu menciptakan lapangan kerja baru dan menggerakkan sektor-sektor produktif.
“Program ini melahirkan banyak peluang kerja, mulai dari tenaga dapur, pengelola makanan, distribusi logistik, hingga meningkatkan permintaan hasil pertanian, peternakan, perikanan, dan produk UMKM lokal. Efek ekonominya sangat besar dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.
Terkait berbagai kritik yang muncul terhadap pelaksanaan MBG di sejumlah daerah, Mahardika mengimbau seluruh pihak agar tetap melihat program ini secara objektif dan konstruktif.
“Apabila ditemukan persoalan dalam pelaksanaannya, maka yang harus diperbaiki adalah tata kelola, sistem pengawasan, dan mekanisme pelaksanaannya. Jangan karena ada kekurangan di lapangan, kemudian program yang manfaatnya sangat besar bagi masyarakat justru diminta untuk dihentikan atau dihapus,” tegasnya.
Menurutnya, setiap program nasional tentu memiliki tantangan dalam implementasi. Oleh karena itu, evaluasi dan perbaikan harus terus dilakukan agar manfaat program semakin optimal dan tepat sasaran.
“Kritik sangat diperlukan dalam negara demokrasi. Namun kritik hendaknya diarahkan untuk memperbaiki pelaksanaan program, bukan menghilangkan program yang telah memberikan manfaat nyata bagi jutaan anak Indonesia dan turut menggerakkan roda perekonomian masyarakat,” tambahnya.
Sebagai organisasi yang bergerak di bidang pendidikan dan kepemudaan, Forum Pemuda Pejuang Dunia Pendidikan Provinsi Riau menyatakan siap mendukung serta mengawal berbagai program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.(Jhd)
















